Kunci Jawaban Latihan Soal 5.4 Halaman 144 Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 11
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMA/SMK Kelas 11 berdasarkan Kurikulum Merdeka dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam sekaligus membentuk karakter yang berakhlak mulia. Materi dalam buku ini disusun secara sistematis agar siswa dapat memahami nilai-nilai keislaman, baik melalui teori maupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bagian penting dari buku ini adalah latihan soal pada halaman 144, yang mencakup Latihan Soal 5.4. Dalam latihan tersebut, siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tujuan dari latihan ini adalah untuk menguji pemahaman siswa sekaligus mendorong mereka berpikir kritis dan reflektif terhadap nilai-nilai agama yang telah dipelajari.
Latihan soal ini mengambil tema tentang keteladanan ulama Indonesia. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing mendapatkan satu tokoh ulama sesuai dengan materi ajar yang akan dipelajari, yaitu: Hamzah al-Fansuri, Nuruddin bin Ali ar-Raniri, Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili, Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari, Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani, Abu Abdul Mu’ti Nawawi al-Tanari al-Bantani, dan Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani. Setiap kelompok kemudian melakukan presentasi hasil diskusi mereka.
Berikut ini adalah kunci jawaban untuk latihan soal tersebut:
Tokoh-Tokoh Ulama Indonesia
-
Hamzah al-Fansuri
Hamzah al-Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan besar dari Aceh. Ia dikenal dengan karya-karya sastra sufistiknya yang sarat makna spiritual. Salah satu kontribusi pentingnya adalah penyebaran ajaran tasawuf yang menekankan cinta kepada Tuhan dan pentingnya kesederhanaan dalam hidup. Teladan yang dapat diambil adalah dedikasi dalam mendalami ilmu agama dan menyampaikan pesan-pesan agama melalui karya sastra yang menginspirasi banyak orang. -
Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Nuruddin bin Ali ar-Raniri merupakan seorang ulama asal Gujarat yang datang ke Aceh dan memberikan kontribusi besar dalam pembaharuan ajaran Islam di wilayah tersebut. Ia dikenal sebagai seorang teolog dan penulis yang banyak menghasilkan karya-karya dalam bidang fiqh dan tauhid. Teladan yang dapat diambil adalah keteguhan dalam menyebarkan ajaran Islam yang lurus serta semangat dalam memperbaiki pemahaman agama di masyarakat. -
Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili
Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili adalah ulama besar dari Aceh yang memiliki peran penting dalam penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Melayu. Karya ini memudahkan masyarakat setempat untuk memahami ajaran Islam. Teladan yang dapat diambil adalah usahanya dalam menjadikan ilmu agama lebih mudah dipahami dan diakses oleh masyarakat luas. -
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Syaikh Yusuf adalah ulama asal Makassar yang dikenal sebagai tokoh tarekat Khalwatiyah. Ia juga dikenal sebagai pejuang melawan kolonialisme Belanda. Melalui ajaran sufistiknya, ia menyebarkan nilai-nilai cinta, persaudaraan, dan keteguhan dalam berjuang. Teladan yang dapat diambil adalah kesetiaannya dalam memperjuangkan kebebasan serta kemampuan menyatukan spiritualitas dengan aksi nyata di masyarakat. -
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani adalah seorang ulama dari Palembang yang memiliki karya-karya penting dalam tasawuf dan jihad. Ia juga banyak memberikan nasihat mengenai pentingnya jihad dalam kehidupan seorang Muslim. Teladan yang dapat diambil adalah semangat dalam menyebarkan ajaran agama yang menekankan jihad spiritual dan fisik sesuai dengan tuntunan Islam. -
Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
Abu Abdul Mu’thi Nawawi adalah ulama besar dari Banten yang banyak menulis kitab-kitab agama yang hingga saat ini menjadi rujukan penting dalam dunia Islam. Karya-karyanya menyebar luas dan mempengaruhi pemahaman agama di berbagai wilayah. Teladan yang dapat diambil adalah keuletannya dalam menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat besar bagi umat Islam, baik di dalam maupun luar negeri. -
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
Muhammad Sholeh bin Umar, lebih dikenal sebagai Kiai Sholeh Darat, adalah seorang ulama dari Semarang yang berjasa dalam mendidik banyak ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga dikenal dengan karya terjemahannya atas Al-Qur’an dalam bahasa Jawa yang memudahkan masyarakat memahami ajaran Islam. Teladan yang dapat diambil adalah perannya dalam pendidikan agama dan dedikasinya dalam menjadikan ajaran Islam lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat.

