Site icon Viral di Media

Nasib Kades Diboikot Warga Gara-gara Tuduhan Selingkuh

Kepala Desa di Riau Dinonaktifkan Setelah Dituduh Selingkuh

Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Seorang kepala desa (kades) bernama Jonnery, yang menjabat di Desa Pulau Permai, Kecamatan Tambang, kini dinonaktifkan dari jabatannya setelah dituduh memiliki hubungan tidak sah dengan seorang wanita lain. Keputusan ini diambil setelah hasil investigasi oleh Inspektorat membuktikan adanya dugaan perselingkuhan.

Penonaktifan dan Penggantian Jabatan

Kepala Desa Pulau Permai, Jonnery, kini berada dalam masa penonaktifan sementara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kampar, Lukmansyah Badoe. Menurutnya, keputusan penonaktifan telah keluar minggu lalu dan akan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Jonnery digantikan sementara oleh Sekretaris Kecamatan Tambang sebagai Penjabat Sementara (Pjs). Masa jabatan Pjs selama enam bulan, tetapi dapat diperpanjang jika diperlukan. Penonaktifan dilakukan karena temuan inspektorat mengenai hubungan Jhonnery dengan wanita lain yang bukan istri sahnya.

Lukmansyah menjelaskan bahwa penonaktifan juga dilakukan karena tindakan tersebut meresahkan warga. Meski demikian, ia mengaku tidak menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) secara lengkap dari Inspektorat. Oleh karena itu, detail lebih rinci mengenai hubungan Jhonnery dengan wanita janda tidak diketahui secara pasti.

Respons dari Kades dan Istri

Jonnery sendiri menyatakan menghormati keputusan penonaktifan dirinya. Ia menegaskan bahwa keputusan pemerintah daerah tetap dihargainya demi menjaga ketenangan masyarakat. Namun, ia tetap melanjutkan langkah hukum terkait laporan fitnah yang diajukan ke Polda Riau.

Ia bahkan menyatakan telah melaporkan delapan orang atas dugaan fitnah terhadap dirinya. Selain itu, istri sah Jonnery, Nur Asia, turut memberikan klarifikasi. Ia membela suaminya dengan tegas dan menyatakan bahwa semua tuduhan warga tidak berdasar. Nur Asia mengungkapkan rasa trauma dan malu akibat kejadian ini.

Reaksi Warga dan Isu yang Beredar

Peristiwa ini bermula saat sejumlah warga menggeruduk rumah Jonnery pada Rabu (14/5/2025) malam. Aksi warga dipicu oleh kekesalan terhadap diduga perbuatan tercela kades. Massa memadati pekarangan depan rumah kades dan mengibaratkan perilaku Jonnery seperti tokoh fiktif Walid dari serial drama Malaysia ‘Bidaah’.

Warga menuduh Jonnery memiliki hubungan tidak sah dengan seorang janda dan bahkan menyebut janda tersebut sampai hamil. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang ditemukan untuk mendukung tuduhan tersebut.

Tuntutan dan Harapan Masyarakat

Beberapa pihak menyerukan agar peristiwa ini ditangani secara serius untuk menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Meskipun belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah kecamatan, situasi ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat setempat.

Dalam hal ini, pembinaan yang dilakukan oleh pihak DPMD akan menjadi langkah penting untuk menentukan nasib Jonnery. Jika hasil pembinaan menunjukkan pelanggaran berat, kemungkinan besar ia akan diberhentikan sepenuhnya. Namun, jika tidak ada pelanggaran yang signifikan, ia bisa saja diaktifkan kembali.

Kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya isu perselingkuhan dalam konteks kehidupan masyarakat pedesaan. Di satu sisi, tindakan warga untuk menghukum pelaku bisa dianggap sebagai bentuk keadilan. Di sisi lain, proses hukum dan penyelidikan harus tetap dijalankan secara transparan dan objektif.

Exit mobile version