Pengalaman Traumatis Korban Selamat dari Kebakaran KM Barcelona VA
Evi Sihite, seorang guru SMA N 1 Amurang di Minahasa Selatan, adalah salah satu korban selamat dari kebakaran KM Barcelona VA yang terjadi di perairan Talise, Likupang Barat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Ia berasal dari Sumatera Utara dan kini tinggal di Minahasa Selatan. Sebelum kejadian, Evi bersama suaminya sedang berada di Talaud untuk mengurus berkas catatan sipil. Mereka rencananya akan kembali ke Minahasa Selatan karena bekerja di sana.
Saat kebakaran terjadi, Evi dan suaminya sedang berada di kamar dek 1. Menurut pengakuannya, tidak ada pemberitahuan dari nahkoda atau ABK kapal. Bahkan sirene di ruangan tidak berbunyi. Evi dan suaminya mengetahui adanya kebakaran setelah melihat asap dan orang-orang mulai berlarian. Mereka langsung menyelamatkan diri tanpa sempat mengambil barang berharga seperti laptop dan handphone yang akhirnya terbakar.
Evi mengungkapkan rasa kecewanya terhadap prosedur keselamatan yang tidak memadai. Menurutnya, perlengkapan keselamatan seperti pelampung tidak lengkap, sehingga para penumpang saling berebut. Suaminya berhasil mendapatkan dua pelampung, namun satu di antaranya diberikan kepada orang lain karena ada yang memanggilnya. Evi juga tidak melihat nahkoda atau ABK saat proses penyelamatan berlangsung.
Selama proses penyelamatan, Evi dan suaminya membantu seorang anak yang tidak memiliki pelampung. Anak tersebut digendong oleh Evi dan takut tidak dilepaskan. Mereka terapung di laut selama sekitar dua jam sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan. Kejadian ini membuat Evi syok dan trauma. Ia berharap alat keselamatan di kapal lebih diperhatikan dan ada ganti rugi bagi para korban yang mengalami kerugian besar.
Penetapan Tersangka atas Kebakaran KM Barcelona VA
Polda Sulut telah menetapkan tersangka atas kebakaran KM Barcelona VA yang terjadi di perairan Talise, Minggu (20/7/2025). Tersangka tersebut adalah nahkoda kapal, dengan inisial IB. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Hasibuan, menyampaikan bahwa hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditpolairud Polda Sulut telah menetapkan satu orang sebagai tersangka. Proses penyidikan masih terus berlanjut.
Data dan Kronologis Kebakaran
KM Barcelona VA terbakar di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, pada siang hari Minggu (20/7/2025). Api diduga berasal dari salah satu kamar penumpang. Kapal ini membawa 571 penumpang dari Kabupaten Kepulauan Talaud dengan tujuan Pelabuhan Manado. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal, dua orang hilang, dan sisanya selamat. Termasuk dalam daftar korban adalah nakhoda Ignus Bawotong dan 13 ABK.
Dua korban hilang yang dilaporkan adalah Levi Aiba dan Hamen Langinan. Tiga jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, yaitu Asna Lapae (perempuan 50 tahun), Zakaria Tindiuling (laki-laki), dan Juliana Humulung (perempuan 40 tahun). Korban meninggal adalah pasien yang sedianya akan dibawa berobat ke Kota Manado.
Penumpang selamat lainnya telah pulang dijemput keluarga masing-masing setelah didata. Beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit karena luka benturan dan trauma. Berdasarkan surat perintah berlayar, KM Barcelona 5 sebenarnya terjadwal berangkat pada Sabtu (19/7/2025) pukul 18.00 WITA. Namun keberangkatan diundur menjadi Minggu (20/7/2025) pukul 01.00 WITA karena alasan cuaca buruk.
KM Barcelona 5 yang diketahui milik PT Surya Pacific Indonesia dalam kondisi terapung di Perairan Talise, Minut. Jaraknya sekitar 60 km dari Pelabuhan Manado. Api telah dipadamkan dan saat ini kapal dalam pengawasan tim patrol PLP Bitung. Saat kebakaran terjadi, para penumpang masih sempat mengenakan live jacket sebelum melompat ke laut. Tim evakuasi kemudian bergerak ke lokasi kejadian membantu menyelamatkan korban. Melibatkan tim gabungan seperti Basarnas, Brimob Polda Sulut, Bakamla Sulut, Lanal Manado, KSOP Manado, serta bantuan warga sekitar menggunakan kapal nelayan.

