Site icon Viral di Media

Korban Tewas Pesawat Militer Bangladesh Capai 25 Orang, Mayoritas Pelajar

Korban Tewas Pesawat Latih AU Bangladesh Bertambah, 25 Orang Meninggal

Insiden pesawat latih Angkatan Udara Bangladesh yang jatuh menimpa sebuah sekolah di Dhaka kembali mengguncang masyarakat. Jumlah korban tewas terus bertambah hingga mencapai 25 orang. Dari jumlah tersebut, salah satunya adalah pilot dan sisanya sebagian besar merupakan para pelajar. Selain itu, sebanyak 171 orang mengalami luka-luka akibat kejadian ini.

Menurut laporan awal, jumlah korban tewas diperkirakan sekitar 20 orang. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak korban meninggal dunia karena cedera yang mereka alami. Dokter menyebutkan bahwa kondisi sekitar 20-an korban luka masih dalam keadaan kritis.

Pesawat latih F-7 BGI buatan China tersebut mengalami kerusakan teknis beberapa saat setelah lepas landas pada pukul 13.06 waktu setempat. Pilot kemudian berusaha mengalihkan pesawat ke daerah yang lebih jarang penduduknya sebelum akhirnya jatuh menimpa kampus Milestone School and College. Kejadian ini menjadi insiden paling mematikan dalam sejarah Dhaka.

Keluarga Masih Mencari Jenazah Kerabat

Banyak keluarga masih mencari jenazah kerabat mereka yang hilang dalam kecelakaan ini. Di rumah sakit khusus luka bakar, banyak kerabat menunggu semalaman untuk mencari anggota keluarga yang mereka cintai. Salah satu keluarga korban, Mohammed Abdur Rahim, mengatakan bahwa dia tidak dapat menemukan sepupunya, Afia Akter, dan dokter menyarankan untuk mencari ke rumah sakit lain.

Siswa-siswa di sekolah tersebut menggambarkan bagaimana gedung-gedung sekolah bergetar hebat, disusul oleh ledakan besar yang membuat mereka berlarian mencari tempat aman. Suasana di lokasi kecelakaan sangat menegangkan ketika kerabat yang panik mencari orang yang mereka cintai. Jeritan dan tangisan menyelimuti rumah sakit terdekat.

Sekolah Milestone terletak di lingkungan Uttara, Dhaka, sekitar 11 kilometer dari pangkalan angkatan udara AK Khandaker. Sekolah ini berada di daerah padat penduduk dekat stasiun metro dan banyak toko serta rumah.

Pilot Berusaha Menghindari Permukiman Padat

Pilot pesawat, Letnan Penerbangan Mohammed Toukir Islam, telah melakukan segala upaya untuk mengalihkan pesawat dari daerah padat penduduk ke lokasi yang lebih jarang. Militer Bangladesh menyatakan akan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Ini adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di Dhaka dalam sejarah. Pada tahun 2008, jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya setelah menemukan masalah teknis.

Bangladesh Berduka

Pemerintah Bangladesh mengumumkan hari berkabung nasional pada Selasa (22/7/2025), dengan bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri. Seorang pemain Timnas putri Bangladesh, Mosammat Sagorika, yang mencetak empat gol dalam pertandingan melawan Nepal, mendedikasikan kemenangan negaranya untuk para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Banyak orang meninggal dan terluka. Jadi, kami berduka,” kata pemain 17 tahun tersebut kepada para wartawan.

Di lokasi kecelakaan pada Senin sore, seorang ayah berlari sambil menggendong putrinya. Seorang ibu berteriak setelah menemukan anak bungsunya, tetapi mati-matian mencari anak sulungnya. Pada Senin malam, tim penyelamat terus menyisir puing-puing, mencari jenazah. Sebuah derek digunakan untuk membersihkan puing-puing.

Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, juga menjanjikan penyelidikan dan menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tersebut. Dia menyebutnya sebagai “momen duka cita nasional yang mendalam.”

Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga menyampaikan rasa sedihnya atas insiden tersebut. Secara terbuka, Modi melayangkan duka citanya atas tragedi tersebut.

“Kami turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. India menyatakan solidaritasnya dengan Bangladesh dan siap memberikan semua dukungan dan bantuan yang memungkinkan,” ujar Modi dalam akun X miliknya.

Exit mobile version