Kasus Penusukan Driver Ojek Online di Desa Gumpang, Kartasura
Polisi masih mencari seorang remaja berusia sekitar 16 tahun yang diduga menjadi pelaku penusukan terhadap pengemudi ojek online di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kejadian tersebut terjadi pada Senin pagi (21/7/2025) saat korban bernama Taufik sedang menjemput barang dari sebuah rumah kontrakan.
Menurut keterangan saksi, Taufik awalnya diminta untuk membantu mengangkat lemari kecil. Namun, secara tiba-tiba pelaku mengeluarkan pisau dapur dan menikam bagian belakang leher korban. Insiden ini membuat korban langsung tersungkur dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan tindakan cepat setelah menerima laporan. “Korban mendapat perawatan jahitan di bagian belakang leher,” ujarnya. Saat ini, pelaku masih dalam pencarian dan belum berhasil ditangkap.
Motif dari aksi penusukan ini belum diketahui dengan pasti. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa pelaku masih dalam kondisi buron. “Kami masih terus melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku,” tambahnya.
Meski pelaku masih dalam status buron, polisi telah memanggil orang tua remaja tersebut untuk dimintai keterangan. Hal ini dilakukan karena usia pelaku yang masih di bawah umur, sehingga pihak kepolisian harus berhati-hati dalam menangani kasus ini. “Kami berusaha agar tidak ada kesalahan dalam proses pengamanan pelaku,” ujar Tugiyo.
Profil Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura
Desa Gumpang, yang terletak di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang memiliki posisi strategis serta potensi sejarah dan ekonomi yang cukup kuat. Dengan kode pos 57169, Gumpang menjadi desa terluas kedua di wilayah kecamatan setelah Desa Pucangan.
Secara geografis, Desa Gumpang berbatasan langsung dengan beberapa wilayah penting. Di sebelah utara, Gumpang bersisian dengan Jalan Slamet Riyadi yang menghubungkan ke Desa Pabelan. Di selatan, desa ini berbatasan dengan Desa Mayang, sementara sisi timur berbatasan dengan Desa Makamhaji, dan di barat berbatasan dengan Kelurahan Ngadirejo.
Desa Gumpang memiliki luas wilayah yang cukup signifikan dengan jumlah penduduk lebih dari 10 ribu jiwa. Secara administratif, desa ini terbagi ke dalam 16 dusun, 7 RW, dan 55 RT. Kantor Kepala Desa Gumpang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 199, Kartasura, dan aktif melayani masyarakat pada hari kerja.
Selain dikenal sebagai wilayah padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi, Desa Gumpang juga memiliki sejarah yang menarik. Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, wilayah ini diyakini pernah menjadi tempat pelarian seorang raja pada masa lalu, meski belum ditemukan bukti tertulis yang dapat memperkuat kisah tersebut.
Di sektor pendidikan, Gumpang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti SD Negeri Gumpang 01, 02, 03, SD Islam, serta lembaga pendidikan swasta seperti TK dan SMP Muhammadiyah. Sementara dalam bidang ekonomi, desa ini cukup aktif dengan kehadiran sejumlah industri serta berbagai pelaku UMKM.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal, sejak tahun 2018 Desa Gumpang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. Di sisi lain, desa ini juga dikenal aktif dalam pengelolaan lingkungan, khususnya dengan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), yang pernah mengantarkan Gumpang sebagai perwakilan Kabupaten Sukoharjo dalam ajang Lomba Habitat Provinsi Jawa Tengah.
Pada masa pandemi COVID-19, Desa Gumpang termasuk salah satu desa yang berhasil menyelesaikan program vaksinasi dosis pertama dan kedua secara tuntas kepada seluruh warganya. Dengan letaknya yang dekat dengan simpul transportasi utama di wilayah Solo Raya dan kekayaan potensi lokalnya, Desa Gumpang terus bertransformasi menjadi wilayah desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Deretan Kasus Korban Kekerasan Driver Ojek Online di Sukoharjo
Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi lokasi sejumlah insiden kekerasan terhadap pengemudi ojek online (ojol). Para pelaku menggunakan berbagai modus, mulai dari pesanan fiktif hingga serangan tiba-tiba, yang menyebabkan korban mengalami luka serius bahkan kerugian harta benda.
Berikut rangkuman tiga kasus kekerasan terhadap driver ojol yang sempat menghebohkan publik dan menjadi perhatian aparat penegak hukum:
-
Driver Go-Jek Dibegal di Persawahan Duwet, Baki
Pada 8 Juni 2021, seorang driver Go-Jek bernama Yadi Raharjo (56), warga Klaten, menjadi korban begal saat mengantar penumpang dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Dukuh Daleman, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo. Modusnya, pelaku memesan ojek secara offline dan meminta korban memutar balik menuju area persawahan. Di lokasi yang sepi, pelaku melancarkan aksinya dengan merampas tas korban berisi uang Rp900.000, handphone, dan motor. Korban juga mengalami luka di pelipis akibat dipukul dengan benda tumpul. Kasus ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online karena pelaku berpura-pura sebagai penumpang biasa. Beruntung, polisi berhasil menangkap pelaku beberapa hari kemudian. -
Percobaan Perampokan Sopir GrabCar di Grogol
Pada 31 Maret 2023, kejadian serupa menimpa Syahirul Alim (46), sopir GrabCar asal Kecamatan Baki. Ia mendapat pesanan melalui aplikasi dari seorang penumpang menggunakan akun [email protected]. Setelah tiba di Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, pelaku meminta mobil diarahkan ke area persawahan. Tiba-tiba pelaku menarik tuas rem tangan dan memukul kepala korban dari belakang. Namun, korban berhasil melawan dan menyemprotkan parfum ke arah wajah pelaku, lalu melarikan diri dan meminta pertolongan warga. Polisi menangkap pelaku berinisial BYS (24) dan menetapkannya sebagai tersangka pencurian dengan kekerasan. -
Driver Maxim Ditusuk Calon Penumpang di Gumpang, Kartasura
Kasus terbaru terjadi pada Senin, 21 Juli 2025, di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura. Seorang driver Maxim bernama Taufik menerima pesanan pengantaran lemari kecil dari seorang remaja laki-laki. Saat membantu membawa barang ke rumah kontrakan pelaku, Taufik tiba-tiba ditusuk di bagian leher menggunakan pisau dapur. Korban langsung tersungkur dan pelaku melarikan diri. Taufik kemudian dilarikan ke RS UNS Solo dan mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, pelaku yang diperkirakan masih di bawah umur masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

