Site icon Viral di Media

Cek Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 12-13: Cara H.B. Jassin Merawat Sastra Indonesia

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 12 dan 13 Kurikulum Merdeka

Kunci jawaban untuk pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 12 dan 13 berikut ini disusun sebagai referensi tambahan dalam proses pembelajaran. Soal-soal yang terdapat dalam buku ini merujuk pada artikel berjudul “Bagaimana H.B. Jassin Merawat Sastra Indonesia?” yang bertujuan untuk membantu siswa memahami peran tokoh penting dalam dunia sastra Indonesia.

Panduan Penggunaan Kunci Jawaban

Sebelum menggunakan kunci jawaban, siswa dianjurkan untuk mencoba menjawab soal secara mandiri terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap isi bacaan. Kunci jawaban hanya digunakan sebagai panduan setelah proses belajar selesai dilakukan.

Beberapa jawaban yang tersedia didasarkan pada buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII, karya Bambang Trimansyah, yang diterbitkan pada cetakan pertama tahun 2022. Meskipun demikian, tidak ada jaminan bahwa semua jawaban sepenuhnya akurat, sehingga siswa tetap diminta untuk memverifikasi informasi dengan sumber lain.

Jawaban untuk Pertanyaan Terkait Artikel

Soal 3: Jawablah pertanyaan berdasarkan informasi yang telah kalian baca.

  1. Apa hubungan H.B Jassin dan Chairil Anwar?

    Jawaban: H.B Jassin dan Chairil Anwar memiliki hubungan pertemanan yang baik.

  2. Siapa yang mengungkapkan perihal minat Jassin terhadap dokumentasi?

    Jawaban: Sokok yang mengungkap perihal minat H.B Jassin terhadap dokumentasi adalah Pamusuk Eneste. Ia menyatakan bahwa minat Jassin terhadap dokumentasi sudah muncul sejak tahun 1920-an saat usianya masih 10 tahun.

  3. Kapan Jassin datang ke Jakarta untuk bekerja?

    Jawaban: H.B Jassin datang ke Jakarta untuk bekerja pada tanggal 1 Februari 1940.

  4. Di mana Jassin bekerja saat di Jakarta?

    Jawaban: Saat di Jakarta, H.B Jassin bekerja di Balai Pustaka.

  5. Bagaimana Jassin menyusun dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra?

    Jawaban: H.B Jassin menyusun dokumentasi di Pusat Dokumentasi Sastra dengan cara mengumpulkan dokumen-dokumen dalam map-map yang diurutkan secara alfabetis. Map jenis pertama berisi dokumen yang berkaitan dengan individu pengarang, sedangkan map jenis kedua berisi permasalahan atau suatu topik tertentu.

  6. Mengapa Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra?

    Jawaban: H.B Jassin melakukan itu karena ia sangat menyukai dokumentasi. Selain itu, ia berharap bahwa dokumentasi sastra yang ia bangun dapat menjadi bahan penyelidikan yang hasilnya diterbitkan dalam berbagai publikasi seperti buku, koran, dan majalah.

Soal 4: Apa tanggapan kalian setelah membaca artikel tentang H.B. Jassin? Diskusikanlah bersama kelompok kalian (4–5 orang) tentang informasi tambahan dari sosok H.B. Jassin yang diperoleh dari artikel tersebut.

Jawaban:

1. Riwayat Pendidikan:

– HIS Balikpapan (1927–1929)

– HBS Medan (1932–1939)

– Universitas Indonesia

  1. Riwayat Pekerjaan:
  2. Menjadi pegawai di Kantor Asisten Residen Gorontalo
  3. Bekerja di Balai Pustaka, Jakarta

  4. Minat terhadap Dokumentasi Sastra:

  5. Jassin menunjukkan minat terhadap dokumentasi sejak usia 10 tahun saat bersekolah di HIS Balikpapan.
  6. Menurut Pamusuk Eneste, Jassin menyimpan bukunya secara rapi dan teratur sejak masa sekolah.
  7. Ia juga menjaga buku-buku dan karangannya dengan baik selama masa kuliah di Universitas Indonesia.

  8. Hal yang Dilakukan dalam Pendokumentasian Sastra:

  9. Jassin menggarap dokumentasi sastra secara sistematis di Balai Pustaka.
  10. Ia menyusun map-map yang berisi karya sastra di Pusat Dokumentasi Sastra secara alfabetis, agar mudah diakses oleh para pengunjung.

  11. Jasa dalam Dokumentasi Sastra:

  12. Jassin menyusun dokumentasi sastra Indonesia secara sistematis hingga menjadi warisan berharga bagi kesusastraan Indonesia.

Soal 5: Selain H.B. Jassin, penulis artikel juga menyebut tiga nama tokoh lain, yaitu Chairil Anwar, Pamusuk Eneste, dan Sutan Takdir Alisjahbana. Carilah informasi ringkas tentang mereka, lalu tuliskan di dalam format tabel berikut ini.

Jawaban:

1. Chairil Anwar

– Lahir pada tanggal 22 Juli 1922 di Medan, Sumatra Utara.

– Mulai menulis sejak tahun 1942 dengan sajak berjudul “Nisan”.

– Menghasilkan 71 sajak asli, dua sajak saduran, sepuluh sajak terjemahan, enam prosa asli, dan empat prosa terjemahan selama periode 1942–1949.

  1. Sutan Takdir Alisjahbana
  2. Lahir pada 11 Februari 1908 di Natal, Tapanuli, Sumatra Utara.
  3. Memiliki banyak karya, salah satunya menjadi pemicu polemik pada tahun 1936.
  4. Meninggal pada 31 Juli 1993 dan dimakamkan di sebuah bukit di Bogor.

  5. Pamusuk Eneste

  6. Lahir pada 19 September 1951.
  7. Seorang pengajar, editor, dan sastrawan Indonesia.
  8. Karyanya berupa cerita pendek yang kemudian dibukukan.
  9. Selain itu, ia juga menulis kajian-kajian atas karya sastra Indonesia.
Exit mobile version