Site icon Viral di Media

10 Negara Pecinta Nasi Terbesar, Indonesia Jadi Kejutan

Nasi: Makanan Pokok yang Mengakar dalam Budaya dan Tradisi

Nasi adalah bahan makanan utama yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh dunia. Sebagai sumber karbohidrat, nasi membantu memberikan energi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, nasi juga bisa diolah menjadi berbagai jenis hidangan seperti nasi goreng, bubur, atau bahkan sebagai dasar dari berbagai masakan tradisional.

Nasi tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya, tradisi, dan identitas suatu bangsa. Dalam banyak keluarga, nasi sering kali menjadi makanan utama yang tersaji di meja makan. Namun, negara mana yang memiliki konsumsi nasi terbanyak di dunia?

Menurut laporan yang dirilis oleh sebuah situs web keuangan, berikut ini adalah 10 negara dengan tingkat konsumsi nasi per kapita tertinggi di dunia:

10 Negara dengan Konsumsi Beras Tertinggi (Versi Insider Monkey)

  1. Laos
  2. Konsumsi per kapita: 262,6 kg
  3. Populasi: 7.425.057
  4. Total konsumsi tahunan: 1,95 juta metrik ton

  5. Kamboja

  6. Konsumsi per kapita: 250,2 kg
  7. Populasi: 16.589.023
  8. Total konsumsi tahunan: 4,15 juta metrik ton

  9. Bangladesh

  10. Konsumsi per kapita: 225,6 kg
  11. Populasi: 169.356.251
  12. Total konsumsi tahunan: 38,2 juta metrik ton

  13. Vietnam

  14. Konsumsi per kapita: 221,6 kg
  15. Populasi: 97.468.029
  16. Total konsumsi tahunan: 21,6 juta metrik ton

  17. Guyana

  18. Konsumsi per kapita: 217,5 kg
  19. Populasi: 804.567
  20. Total konsumsi tahunan: 0,18 juta metrik ton

  21. Myanmar

  22. Konsumsi per kapita: 191,5 kg
  23. Populasi: 53.798.084
  24. Total konsumsi tahunan: 10,3 juta metrik ton

  25. Guinea

  26. Konsumsi per kapita: 184,7 kg
  27. Populasi: 13.531.906
  28. Total konsumsi tahunan: 2,50 juta metrik ton

  29. Thailand

  30. Konsumsi per kapita: 177,4 kg
  31. Populasi: 71.601.103
  32. Total konsumsi tahunan: 12,70 juta metrik ton

  33. Sierra Leone

  34. Konsumsi per kapita: 169,2 kg
  35. Populasi: 8.420.641
  36. Total konsumsi tahunan: 1,43 juta metrik ton

  37. Nepal

    • Konsumsi per kapita: 155,8 kg
    • Populasi: 30.034.989
    • Total konsumsi tahunan: 4,68 juta metrik ton

Sementara itu, Indonesia menempati posisi ke-15 dengan konsumsi beras per kapita sebesar 128,6 kg dan total konsumsi tahunan mencapai 35,20 juta metrik ton.

Perbandingan Data dari ReportLinker

Sebagai pembanding, ReportLinker juga merilis daftar negara dengan konsumsi beras per kapita terbanyak di dunia. Berikut 10 besar negara berdasarkan konsumsi beras per kapita versi ReportLinker:

  1. Vietnam – 152,08 kg per kapita
  2. Indonesia – 120,5 kg per kapita
  3. Jepang – 52,82 kg per kapita
  4. Iran – 35,48 kg per kapita
  5. Nigeria – 34,37 kg per kapita
  6. Australia – 21,5 kg per kapita
  7. Kazakhstan – 13,83 kg per kapita
  8. Kanada – 10,79 kg per kapita
  9. Argentina – 10,47 kg per kapita
  10. Inggris Raya – 9,38 kg per kapita

Mengapa Nasi Sangat Disukai di Asia?

Menurut Dr. Cecilia Leong-Salobir, sejarawan makanan dari University of Western Australia, nasi menjadi makanan utama bagi banyak masyarakat Asia karena berbagai alasan. Nasi sering dikonsumsi hampir di setiap waktu makan, mulai dari bayi yang mengonsumsi bubur nasi sebagai makanan padat pertama hingga orang tua yang membutuhkan makanan yang mudah dicerna.

Nasi juga menjadi bagian dari perayaan dan tradisi hari raya di banyak negara Asia. Bagi diaspora Asia di negara-negara yang jarang mengonsumsi nasi, nasi sering dikenang sebagai makanan yang menenangkan dan penuh nostalgia.

Selain itu, cara memasak nasi juga menjadi hal yang sangat personal. Beberapa orang Asia terbiasa mencuci beras hingga air bilasan benar-benar jernih. Penyimpangan dari praktik ini bisa memicu tawa atau rasa heran. Bahkan, komedian Asia seperti Jo Koy dan Nigel Ng (Uncle Roger) menjadikan ini sebagai materi komedi.

Pada akhirnya, hubungan orang dengan nasi sangatlah personal. Nasi bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi bagian dari ritual keluarga, tradisi budaya, dan kenyamanan emosional.

Exit mobile version