Site icon Viral di Media

Keluarga Pasien Bongkar Sikap Dokter Syahpri yang Memicu Perselisihan

Keluarga Pasien dan Dokter Syahpri Kembali Jadi Sorotan

Pengakuan dari pihak keluarga pasien terkait insiden yang melibatkan dokter Syahpri kembali menjadi perhatian publik. Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial setelah keluarga pasien memaksa dokter tersebut membuka masker saat berada di ruang perawatan. Meskipun telah ada permintaan maaf dari pihak keluarga, situasi tetap memicu kontroversi.

Ismet Syaputra, perwakilan keluarga pasien, memberikan penjelasan dalam sebuah wawancara. Ia menyampaikan bahwa sikap dokter Syahpri menjadi penyebab emosi yang muncul. “Saya bertanya mengapa harus menunggu lima hari, apakah tidak ada cara lain yang lebih cepat?” ujar Ismet. Menurutnya, respons dokter membuat suasana memanas. “Dokter menjawab, ‘Kamu sabar, kamu jangan enggak bersyukur’ sambil melotot. Maka saya langsung emosi,” tambahnya.

Insiden ini kemudian memicu pertikaian antara keluarga pasien dan dokter. Peristiwa itu akhirnya berujung pada permintaan maaf dari pihak keluarga. Namun, dokter Syahpri tetap melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Penyelidikan Kasus Terus Berjalan

Kasat Reskrim Polres Muba, AKP M Afhi Abrianto, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian telah memanggil saksi-saksi dari pelapor, termasuk perawat, petugas keamanan, hingga direksi rumah sakit. Sementara dari pihak terlapor juga sudah dipanggil dan sedang menunggu pengembangan kasus.

“Sekarang masih dalam pemeriksaan saksi dan secepatnya akan penetapan tersangka. Sampai saat ini belum ada tahap mediasi, jadi kasus ini masih berjalan sesuai SOP,” kata AKP M Afhi Abrianto. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan dengan hati-hati dan transparan.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memperkuat bukti. Menurutnya, konstruksi pasal yang diterapkan adalah Pasal 335 KUHP tentang pemaksaan dengan ancaman kekerasan.

Proses Hukum dan Tanggung Jawab

Dalam penjelasannya, AKP M Afhi Abrianto menyebut bahwa terlapor telah memenuhi panggilan pihak kepolisian. “Terlapor sudah kita panggil dan memenuhi panggilan yang kita sampaikan. Sampai saat ini masih berjalan penyelidikan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena proses penyelidikan terus dilakukan. “Kami akan terus memastikan keadilan tercapai dan semua pihak akan diperlakukan secara adil,” tegasnya.

Reaksi Publik dan Tantangan Hukum

Peristiwa ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga memicu diskusi publik tentang hubungan antara tenaga medis dan keluarga pasien. Banyak orang mengkhawatirkan bagaimana situasi seperti ini bisa dihindari di masa depan.

Selain itu, kasus ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang baik antara dokter dan keluarga pasien. Dengan memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak, potensi konflik dapat diminimalkan.

Polisi tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini secara profesional dan adil. Semua pihak, baik pelapor maupun terlapor, akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan perspektif mereka. Dengan demikian, keadilan dapat ditegakkan tanpa memihak.

Exit mobile version