Site icon Viral di Media

Semangat Merdeka, KAWAN BAIK: Bakti Sosial Voca Foundation di Panti ABK Bhakti Luhur Sidoarjo

Kegiatan Bakti Sosial untuk Anak Berkebutuhan Khusus dalam Peringatan HUT ke-80 RI

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, sebuah inisiatif sosial yang menarik perhatian masyarakat dilakukan oleh KAWAN BAIK. Inisiatif ini digagas oleh Martha Kurnia Prapisnindiyah, seorang polwan dari Ditresnarkoba Polda Jatim yang juga menjadi founder KAWAN BAIK. Acara bakti sosial bertajuk “Bakti Sosial Kemerdekaan” diadakan di Panti ABK Bhakti Luhur Sidoarjo pada hari Minggu, 17 Agustus 2025.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemuda Pelopor Nasional yang dipimpin oleh Aloysia Dian Nimas Prameswari, M.Pd. Selaku founder AKASA CENTER, sebuah rumah intervensi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kebraon Surabaya. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk memberikan kebahagiaan, semangat, dan kepedulian kepada para ABK.

Melalui program KAWAN BAIK, para sukarelawan memberikan dukungan berupa donasi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian. Selain itu, mereka juga mengadakan berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk menciptakan suasana ceria dan penuh kegembiraan bagi anak-anak tersebut.

Martha Kurnia Prapisnindiyah, founder KAWAN BAIK, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak spesial. Ia menekankan bahwa ABK masih membutuhkan banyak perhatian karena masih ada masyarakat yang mendiskriminasi atau tidak menerima mereka.

Selain itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. “Kami percaya bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika setiap anak bangsa dapat merasakan kasih, perhatian, dan kesempatan yang sama,” ujar Martha.

Dukungan penuh diberikan oleh berbagai pihak yang turut serta dalam penyelenggaraan acara ini. Beberapa nama yang terlibat antara lain Akhmad Ghofarudin Kurniawan, Febriana Wahyuningtyas, S.Pd, Silvia Gumawati, Ssst.Par, Tama Kusuma Jayanti, S.Pd, Rerinda Pramesta Cindiyah, Annadiyah Chasanah, Farah Najwah C, Moch Irsadul Ibad, Andri Keceng, Eko Purwantoro, Nia Damayanti, dan Susi Susanti.

Pada acara pertama, kegiatan disambut oleh salah satu pengurus panti, Ibu Jua. Mereka kemudian melakukan strolling di kamar-kamar ABK yang tidak bisa mengikuti kegiatan di hall karena kondisi medis seperti Cerebral Palsy, Autisme Berat, Hidrosefalus, dan lainnya.

Setelah itu, acara inti diadakan dengan semangat kemerdekaan. Acara ini diisi oleh master ceremony (MC) Badut kak YAYAK yang memberikan magic show dan mengiringi nyanyian beserta fun games. Suasana menjadi penuh sukacita dan penuh keceriaan.

Martha menyampaikan bahwa anak-anak spesial sangat antusias dengan kehadiran para sukarelawan. Mereka memberikan pelukan hangat dan ucapan terima kasih yang membuat para relawan terharu dan menitikkan air mata.

Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis donasi kepada pengurus Panti ABK Bhakti Luhur, serta ramah tamah. “Diharapkan aksi ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk lebih mengerti bahwa kita hidup berdampingan dengan ABK, sebisa kita merangkul dan membersamainya, serta menghadirkan kebaikan bagi sesama,” ujar Martha.

KAWAN BAIK adalah yayasan non-profit yang bergerak di bidang sosial dengan misi menebarkan kebaikan, mendukung sesama, serta membangun solidaritas melalui aksi nyata. Didirikan oleh Martha Kurnia Prapisnindiyah, yayasan ini telah berkomitmen menjadi sahabat bagi mereka yang membutuhkan.

Martha menyampaikan harapan besar dalam visi misinya. “Saya bersama tim akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, namun saat ini concern-nya membersamai ABK karena masih kurangnya kepedulian dan diskriminasi dari masyarakat terhadap ABK.”

Ia berharap ke depan bisa ikut serta atau berkontribusi dalam memeratakan Pendidikan Inklusi bagi ABK di Surabaya. “Maka dari itu kami hadir ke depannya memberi solusi dengan memberikan sentuhan berupa sosialisasi terhadap orang tua dan pemerhati ABK, serta guru-guru di sekolah inklusi,” kata Martha.

Exit mobile version