Jawa Barat Berkomitmen Meningkatkan Kinerja di Indeks Pariwisata Muslim
Jawa Barat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Tidak hanya dalam hal keindahan alam dan budaya, provinsi ini juga fokus pada pengembangan pariwisata ramah Muslim. Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang ingin berlibur dengan nyaman dan sesuai dengan prinsip keislaman mereka.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan optimisme bahwa Jawa Barat mampu menembus tiga besar dalam Indeks Pariwisata Muslim Indonesia (IMTI) 2025. Sejak tahun 2019 hingga 2023, Jawa Barat selalu berada di peringkat keenam IMTI. Tahun ini, pihak Pemprov Jabar menargetkan peningkatan signifikan dengan mengembangkan sektor pariwisata lebih serius, khususnya dalam menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
“Saya berharap ada perbaikan, minimal masuk ke tiga besar. Jawa Barat punya potensi luar biasa, karena dari lebih 50 juta penduduk, 92,22 persennya atau sekitar 46 juta jiwa adalah Muslim. Maka wajar jika kita memprioritaskan wisata ramah Muslim,” ujar Erwan setelah menghadiri penilaian IMTI 2025 di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung.
Wisata Ramah Muslim: Tren yang Terus Berkembang
Wisata ramah Muslim atau halal tourism kini bukan hanya tren, melainkan kebutuhan. Wisatawan ingin merasa tenang ketika bepergian, mulai dari ketersediaan tempat ibadah, makanan halal, hingga layanan yang ramah keluarga. Erwan menegaskan, salah satu faktor yang membuat Jabar tertahan di peringkat enam adalah belum meratanya fasilitas ibadah di destinasi wisata, serta masih adanya catatan terkait kebersihan kuliner dan layanan UMKM.
“Islam itu cinta kebersihan dan keindahan. Maka kita mendorong destinasi wisata menyediakan mushala dan masjid yang memadai, tempat makan yang bersih, dan layanan wisata yang nyaman. Itu akan meningkatkan nilai kita di IMTI,” tegasnya.
IMTI 2025: Ajang Bergengsi Wisata Halal
IMTI 2025 adalah program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) yang menilai kesiapan 15 provinsi di Indonesia dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim. Program ini berkolaborasi dengan CrescentRating, Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Poltekpar NHI Bandung, serta Bank Indonesia. Ajang ini merupakan versi nasional dari Global Muslim Travel Index (GMTI), sebuah indeks bergengsi yang menilai negara-negara di dunia dalam menyediakan ekosistem wisata halal. Artinya, pencapaian Jawa Barat di IMTI akan menjadi pijakan penting untuk bisa tampil lebih percaya diri di level global.
Modal Kuat Regulasi Hingga Inovasi
Jawa Barat memiliki sejumlah modal besar untuk mengejar target tiga besar. Salah satunya adalah regulasi yang mendukung. Sejak 2022, Pemprov Jabar telah menerbitkan Pergub Nomor 1 Tahun 2022 tentang Ekonomi Syariah, yang menjadi payung hukum pengembangan wisata ramah Muslim. Selain itu, ada pula Smiling West Java Muslim Friendly Tourism Award (SWJ-MFT) yang diluncurkan pada 2024. Ajang penghargaan ini menjadi pemacu kabupaten/kota di Jabar untuk lebih serius menghadirkan destinasi ramah Muslim.
“Pemerintah Provinsi siap berinovasi dan membina SDM pariwisata agar mampu memberikan pelayanan terbaik, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Target kami tahun ini masuk tiga besar, dan ke depan menjadi yang terbaik,” ungkap Erwan.
Lifestyle Halal yang Kian Menguat
Pariwisata ramah Muslim kini tak bisa dipisahkan dari gaya hidup halal yang kian berkembang di masyarakat. Dari kuliner, fesyen, hingga transportasi, semuanya bergerak menuju ekosistem yang lebih inklusif bagi wisatawan Muslim. Jawa Barat sendiri sudah punya modal kuat. Selain demografi dengan 92,22% penduduk Muslim, provinsi ini kaya akan destinasi alam, budaya, dan kuliner halal. Bandung dikenal dengan kafe dan restoran halal yang kreatif, Garut populer dengan wisata alam dan pusat dodol halal, sementara Cirebon hingga Tasikmalaya punya jejak sejarah Islam yang bisa dikemas dalam paket wisata religi.
Dengan dukungan moda transportasi yang lengkap—dari kereta cepat, tol, hingga bandara—Jawa Barat kian siap menjadi wajah wisata ramah Muslim Indonesia. Dengan kombinasi antara regulasi, inovasi, potensi alam dan budaya, serta semangat masyarakat, Jawa Barat percaya diri bisa mencetak sejarah baru di IMTI 2025.
“Target kami masuk tiga besar tahun ini, dan ke depan menjadi yang terbaik,” tegas Erwan. Optimisme ini tak hanya soal peringkat, tetapi juga tentang membangun ekosistem wisata yang nyaman, inklusif, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dengan pariwisata ramah Muslim sebagai motor penggerak, Jawa Barat siap menjadi ikon destinasi halal unggulan di Indonesia.

