Site icon Viral di Media

Litbang Kompas: Dukungan Publik Jabar untuk Monorel Bandung Raya

Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Jabar

Wacana pembangunan transportasi massal kembali menjadi perhatian setelah sebuah survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas menunjukkan persepsi masyarakat Jawa Barat terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Hasil survei ini mencakup berbagai aspek, termasuk pengembangan infrastruktur transportasi seperti monorel dan reaktivasi jalur kereta api.

Salah satu temuan menarik dari survei tersebut adalah mayoritas warga mengapresiasi langkah pemerintah dalam pengembangan monorel di kawasan Bandung Raya serta program reaktivasi jalur kereta api. Proyek monorel ini direncanakan untuk menghubungkan kawasan utara dengan selatan Bandung, sementara rute barat ke timur akan menggunakan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Meskipun rute masih dalam pengkajian, proyek ini mendapat dukungan kuat dari masyarakat.

Selain itu, reaktivasi jalur kereta api di Jabar juga menjadi fokus. Ada lima jalur yang sedang dipertimbangkan, antara lain Banjar-Pangandaran-Cijulang, Garut-Cikajang, Bandung-Banjaran-Soreang-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, serta jalur yang terputus akibat bencana yaitu Cipatat-Padalarang.

Survei Litbang Kompas mencatat bahwa sebanyak 80,4 persen responden menyatakan puas dengan wacana pembangunan moda transportasi modern tersebut. Namun, tidak semua masyarakat sepenuhnya merasa senang. Sebagian kecil dari mereka mengeluhkan jam masuk sekolah yang terlalu dini dan kurangnya kepuasan terhadap reaktivasi jalur kereta api, dengan sekitar 20 persen responden menyatakan ketidakpuasan. Sementara itu, 15,9 persen responden tidak puas terhadap pengembangan monorel di Bandung Raya.

Di luar isu transportasi, survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi publik hanya mencapai 53,5 persen. Sementara itu, masalah pengelolaan sampah menjadi sorotan serius, dengan 58,8 persen responden menyatakan ketidakpuasan.

Secara keseluruhan, kinerja gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dinilai cukup baik. Mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi–Erwan Setiawan. Sebanyak 97,2 persen warga Jabar menyatakan puas, 98,9 persen menyebut citra gubernur sangat baik, dan 99 persen menganggap KDM peduli, merakyat, serta responsif.

Hasil penilaian berbasis skala 1–10 menunjukkan tren dominasi skor tinggi. Sebanyak 35,7 persen responden memberikan nilai sempurna (10), 25,3 persen memberi skor 8, dan 19,2 persen menilai 9. Skor menengah juga terlihat, di mana 11 persen memilih angka 7, sedangkan nilai 5 dan 6 masing-masing dipilih oleh 3,3 persen dan 3,4 persen. Kelompok yang memberi nilai rendah (1–4) jumlahnya sangat kecil, kurang dari 2 persen total responden.

Namun, persepsi publik tidak sepenuhnya konsisten. Menurut Rangga Eka Sakti, peneliti Litbang Kompas, kepuasan masyarakat menurun drastis saat menyentuh isu-isu ekonomi. Penyediaan lapangan kerja, misalnya, mendapat catatan serius: hanya 31,4 persen responden yang puas, sedangkan 67,2 persen menyatakan tidak puas. Isu kemiskinan pun serupa, dengan 37,9 persen menyatakan puas dan 60,4 persen tidak puas.

Masalah pemberian bantuan sosial juga masih menuai kritik. Dari total responden, 48,8 persen menilai penyaluran bantuan kesejahteraan masyarakat belum optimal, meskipun 50,4 persen menyatakan puas. Data tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan perbaikan tata kelola distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran.

Survei ini dilakukan Litbang Kompas dengan metode wawancara tatap muka pada 1–5 Juli 2025. Sebanyak 400 responden dipilih melalui sistem pencuplikan bertingkat secara acak di Jawa Barat. Survei yang dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas menggunakan metode pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian +/- 4,9 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Exit mobile version