Site icon Viral di Media

Fed, BOJ, dan BI Umumkan Suku Bunga Pekan Ini: Turun atau Tahan?

Perkembangan Kebijakan Moneter di Berbagai Negara

Pasar global sedang menghadapi serangkaian keputusan kebijakan moneter yang akan diambil oleh bank sentral di berbagai negara pekan ini. Salah satu fokus utama adalah langkah Federal Reserve (The Fed) dalam memangkas suku bunga, yang diprediksi menjadi pertama kalinya sejak era presiden Donald Trump kembali menjabat. Selain The Fed, beberapa bank sentral lain seperti Bank of Canada, Bank of England, Bank of Japan, dan Bank Indonesia juga akan menggelar rapat kebijakan moneter untuk menentukan arah kebijakan mereka.

Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed

Keputusan pemangkasan suku bunga oleh The Fed telah lama menjadi permintaan dari Gedung Putih. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell terlihat lebih hati-hati dalam menghadapi risiko inflasi akibat tarif impor. Meski begitu, data terbaru menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga memberikan alasan kuat bagi pemangkasan 25 basis poin. Ekonom Bloomberg Economics menyatakan bahwa keputusan ini lebih didorong oleh ekspektasi pasar dan tekanan politik ketimbang mandat ganda The Fed atas inflasi dan lapangan kerja.

Langkah Bank Sentral Lainnya

Di negara lain, Kanada dan Norwegia diperkirakan akan menurunkan suku bunga dengan besaran serupa. Bank of England, yang baru saja memangkas bunga pada Agustus, kemungkinan besar akan memilih bertahan. Sementara itu, Bank of Japan tetap berada di jalur pengetatan meskipun belum menunjukkan tanda-tanda perubahan dekat ini. Di sisi lain, bank sentral di Brasil, Indonesia, dan Afrika Selatan diperkirakan akan memilih sikap menunggu, mempertahankan kebijakan sambil mengawasi perkembangan global.

Data Pasar Konsumen di AS dan Kanada

Sebelum keputusan The Fed terkait suku bunga, pasar akan mendapatkan gambaran terakhir mengenai kondisi konsumen Amerika. Penjualan ritel pada Agustus diperkirakan naik 0,3%, melambat setelah kenaikan kuat dalam dua bulan sebelumnya. Dengan pasar tenaga kerja yang goyah dan tekanan harga yang kembali meningkat, masih menjadi tanda tanya berapa lama konsumen mampu mempertahankan pola belanja. Data klaim pengangguran pada Kamis akan diawasi ketat, untuk menilai apakah lonjakan minggu lalu sekadar anomali atau sinyal awal pelemahan pasar kerja yang lebih serius.

Di Kanada, inflasi tahunan diperkirakan naik ke 2%, sementara inflasi inti bertahan di sekitar 3%. Meski begitu, Bank of Canada diyakini tetap menurunkan suku bunga acuannya ke 2,5% pada Rabu, setelah lemahnya data ketenagakerjaan dan kontraksi PDB di kuartal kedua. Namun, sejauh ini siklus pelonggaran moneter belum berhasil menghidupkan kembali pasar properti yang lesu. Data penjualan rumah dan pembangunan baru akan menjadi tolok ukur terbaru.

Agenda Penting di Asia

Kawasan Asia pekan ini akan dipenuhi agenda penting, dengan tiga keputusan bank sentral, ditutup oleh Bank of Japan pada Jumat. China memulai pekan dengan serangkaian data Agustus, mulai dari penjualan ritel, produksi industri, investasi hingga tingkat pengangguran, yang akan menguji apakah stimulus pemerintah cukup menopang permintaan pasca perlambatan Juli. Sektor properti juga akan menjadi sorotan untuk melihat seberapa dalam pelemahan berlangsung.

Pada Rabu (17/9), Jepang mengumumkan data neraca perdagangan, Singapura merilis ekspor nonmigas. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 16-17 September. BI diperkirakan menahan suku bunga BI Rate setelah dua kali pemangkasan berturut-turut. Kamis, perhatian beralih ke Selandia Baru dengan data PDB dan ke Australia dengan laporan ketenagakerjaan, yang keduanya krusial bagi arah kebijakan moneter masing-masing bank sentral. Puncak pekan terjadi pada Jumat di Tokyo, ketika data inflasi Jepang dirilis bersamaan dengan keputusan Bank of Japan. Suku bunga BOJ diperkirakan tetap, namun investor akan menelisik pernyataan Gubernur Kazuo Ueda untuk melihat kemungkinan sinyal kenaikan di masa mendatang, seiring pertumbuhan yang tangguh dan inflasi yang masih tinggi.

Kondisi di Eropa

Di Eropa, Inggris bersiap merilis data inflasi sehari sebelum Bank of England (BOE) mengambil keputusan suku bunga. Laju inflasi utama diperkirakan bertahan di 3,8%, meski indikator jasa menunjukkan sedikit pelemahan. BOE sendiri memproyeksikan inflasi akan mencapai puncaknya di 4% pada September. Konsensus para ekonom menilai BOE akan mempertahankan suku bunga acuan di 4%, meski kemungkinan terjadi perpecahan suara, dengan sebagian kecil pejabat mendorong pemangkasan lebih cepat.

Namun, sorotan utama pada Kamis justru tertuju pada rencana BOE mengurangi kepemilikan obligasi warisan era krisis. Di tengah gejolak pasar, bank sentral diperkirakan akan memperlambat laju pengetatan kuantitatif dari target 100 miliar poundsterling per tahun. Di Norwegia, keputusan suku bunga yang diumumkan pada hari yang sama diperkirakan lebih sulit. Sebagian besar ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 bps ke 4%, sesuai panduan Juni. Namun, langkah itu bisa ditunda menyusul data yang menunjukkan inflasi inti masih bertahan di atas 3% dan sentimen dunia usaha yang membaik. Di zona euro, konferensi dua hari ECB yang dimulai Rabu akan menjadi forum utama komentar para pejabat setelah keputusan menahan suku bunga pekan lalu. Presiden ECB Christine Lagarde juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan menteri keuangan zona euro.

Exit mobile version