Site icon Viral di Media

Dinkes KBB Laporkan 342 Siswa Keracunan, Pemkab Selidiki Dapur MBG di Cipongkor

Korban Keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor Terus Bertambah

Jumlah korban yang terkena dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga Selasa pagi, 23 September 2025 pukul 08.00 WIB, sebanyak 342 siswa dari berbagai sekolah di Desa Sirnagalih menunjukkan gejala keracunan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Hj. Lia N. Sukandar, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan sejak Senin malam. Posko utama didirikan di Puskesmas dan kantor kecamatan, sementara pasien dengan kondisi berat dirujuk ke RSUD Cililin serta RSIA Anugrah. “Jumlah korban terus bertambah. Hingga pagi ini tercatat 342 siswa dengan gejala keracunan. Semua korban sedang ditangani sesuai tingkat keparahannya,” jelas dr. Lia saat dikonfirmasi pada Selasa pagi.

Rincian Korban Keracunan MBG

Berdasarkan data Dinkes KBB per 23 September 2025 pukul 08.00 WIB, rincian korban adalah sebagai berikut:

Gejala yang dialami oleh siswa akibat MBG antara lain:

“Sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang, sementara sebagian lainnya harus mendapat perawatan intensif karena sesak napas dan kejang,” ujar dr. Lia.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa seluruh tenaga medis dari Puskesmas, PSC 119, hingga rumah sakit siaga penuh selama 24 jam. Bahkan, ia menyebut siap bermalam di posko untuk memastikan penanganan maksimal. “Saya bermalam di posko, untuk memastikan agar setiap siswa dengan gejala harus langsung ditangani, apakah cukup rawat jalan atau perlu dirujuk ke rumah sakit,” tambahnya.

Perkembangan Kasus dan Penanganan

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan KBB, Dadang A. Sapardan, menyebut perkembangan kasus sempat masif pada malam hari. Namun, kondisi seluruh siswa berangsur membaik menjelang pagi. “Kalau malam kemarin cukup masif, banyak siswa masuk ke posko kesehatan akibat gejala keracunan. Tapi pagi ini tinggal 7 siswa yang dirawat di GOR Cipongkor, dua di antaranya baru masuk karena gejala mencurigakan,” ujar Dadang.

Dadang menjelaskan bahwa dugaan keracunan juga dialami siswa tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Meski demikian, jumlah korban terbanyak berasal dari SMK Cipongkor, karena populasi siswanya memang lebih banyak. “Korban keracunan mencapai sekitar 300 siswa lebih,” katanya.

Berdasarkan data Disdik KBB, total sasaran distribusi MBG mencapai 3.495 siswa dari berbagai sekolah, mulai dari PAUD, SD, SMP, MTs, MA, hingga SMK. Daftar sekolah penerima manfaat MBG di KBB antara lain:

Langkah Cepat Pemkab Bandung Barat

Sesuai arahan Wakil Bupati KBB, Asep Ismail, Disdik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB segera membuka posko darurat di GOR Cipongkor. Korban dengan gejala berat langsung dirujuk ke RSUD Cililin. “Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, jumlah korban mulai menurun. Yang dirawat di RSUD Cililin juga kondisinya membaik,” ucapnya.

Selain itu, kata Dadang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat juga meminta 3.640 orang tua siswa aktif memantau kesehatan anak-anaknya, serta segera melapor ke posko jika ada gejala mencurigakan. “Kita menghimbau ke seluruh orang tua siswa agar segera membawa anak-anaknya jika mengalami gejala mencurigakan dengan datang ke posko darurat Dinkes,” ungkapnya.

Penyelidikan Terhadap Dapur MBG

Menyangkut dugaan sumber keracunan, Dadang mengonfirmasi dapur penyedia makanan bergizi gratis di Cipongkor sedang dalam penyelidikan. “Semalam, Pak Wakil Bupati sudah turun langsung mengecek dapur MBG. Ke depan, seluruh guru juga akan dilibatkan dalam pengawasan makanan. Jika ada yang bau atau mencurigakan, harus ditolak,” tegasnya.

Disdik bersama Dinkes KBB berkomitmen memperketat pengawasan MBG. Bahkan, setiap makanan wajib dicek sebelum disajikan kepada siswa. “Intinya, kita tidak ingin lagi ada korban. Semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun tenaga kesehatan harus bersama-sama mengawasi MBG yang akan disajikan untuk siswa,” pungkasnya.

Exit mobile version