Pembekalan Calon Kepala Sekolah di DIY untuk Membentuk Pemimpin Pendidikan yang Visioner
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY menyelenggarakan pembekalan calon kepala sekolah di Yogyakarta. Acara ini dilaksanakan pada Jumat, 12 September 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembekalan ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 yang menegaskan bahwa peran kepala sekolah bukan hanya sebagai pejabat administratif, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran strategis. Dalam sambutannya, Wamen Fajar menggarisbawahi pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara holistik.
“Kepala sekolah harus menjadi pemimpin pembelajar yang strategis, yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga peka terhadap perkembangan sosial di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujar Wamen Fajar. Ia menjelaskan bahwa tantangan pendidikan di era digital semakin kompleks, dengan pengaruh media sosial yang signifikan terhadap peserta didik. Oleh karena itu, kepala sekolah harus mampu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dan realitas yang dihadapi siswa di luar sekolah.
Sebanyak 64 peserta calon kepala sekolah dari berbagai kabupaten/kota se-DIY turut hadir dalam acara ini. Program ini juga bertujuan untuk mengisi sekitar 402 kekosongan posisi kepala sekolah di wilayah DIY, serta mempersiapkan pemimpin pendidikan yang mampu menerapkan paradigma pembelajaran mendalam dan pendidikan transformatif.
Wamen Fajar memaparkan tiga dimensi kepemimpinan yang harus dikuasai oleh calon kepala sekolah. Pertama, kepemimpinan instruktif yang memberikan arah dan visi jelas bagi pengembangan sekolah. Kedua, kepemimpinan transformatif yang menekankan perubahan mindset dan perilaku. Ketiga, kepemimpinan distributif yang menekankan kemampuan mendelegasikan kewenangan sesuai kompetensi guru.
Selain itu, Wamen Fajar menekankan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan transformatif. “Pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi sebuah paradigma yang bertujuan melahirkan anak-anak berkarakter, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki semangat kesetaraan,” jelasnya. Pendekatan ini diharapkan mampu memutus lingkaran ketimpangan pendidikan yang berujung pada ketimpangan ekonomi.
Kepala BBGTK DIY, Adi Wijaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari dinas pendidikan kabupaten/kota se-DIY. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan semua dinas pendidikan berjalan sangat baik, kebutuhan kepala sekolah sudah teridentifikasi dengan jelas, dan komitmen pengisian posisi ini sudah solid.
Meskipun anggaran APBN saat ini hanya dapat menjangkau sekitar 2% dari 63.000 tenaga pendidik di DIY, BBGTK DIY terus mengembangkan program pembelajaran daring, pembelajaran area mandiri, serta soft program guru yang telah diikuti lebih dari 1.392 guru sesuai kebutuhan mereka.
Dengan pembekalan ini, diharapkan para calon kepala sekolah tidak hanya unggul dalam aspek manajerial dan akademik, tetapi juga mampu memainkan peran penting dalam pembentukan karakter bangsa. Kepala sekolah dituntut untuk menghadirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta mampu membimbing generasi muda agar menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

