Penegakan Hukum Kasus Mafia Solar di Sulawesi Utara
Beberapa polres di Sulawesi Utara telah melakukan penegakan hukum terhadap kasus mafia solar, namun hal ini mendapat perhatian khusus dari para sopir dump truk. Mereka menuntut agar proses hukum segera dilanjutkan dan tidak hanya dihentikan sementara. Para sopir juga memperingatkan agar anggota kepolisian tidak mengabaikan kasus ini.
Okto Rompas, salah satu sopir dump truk dari Kota Bitung, menyampaikan bahwa mereka merasa kecewa karena belum ada pengungkapan kasus mafia solar di daerah tersebut meskipun sudah ada atensi dari gubernur dan kapolda untuk mengatasi praktik ilegal ini. Ia mengkhawatirkan masih banyak lokasi yang digunakan sebagai gudang penimbunan solar di Bitung.
Menurut Okto, penambahan kuota solar bukan solusi utama dalam mengatasi masalah ini. Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sulut setelah aksi unjuk rasa. Di Kota Bitung, terdapat enam SPBU yang melayani pengisian BBM solar subsidi, sementara jumlah kendaraan dump truk mencapai sekitar 100 unit. Dengan asumsi sekali pengisian 80 liter, total kebutuhan harian mencapai 8.000 KL. Meski saat ini kondisi lancar, ia khawatir antrian akan terjadi kembali dalam beberapa hari ke depan.
Ia tetap mengucapkan terima kasih kepada DPRD Sulut dan Gubernur Yulius Selvanus yang telah merespons aspirasi ratusan sopir dump truk. Sopir lainnya, Randi dari Pulisan, Minahasa Utara (Minut), berharap penanganan kasus mafia solar ini dapat diambil alih oleh Polda Sulut. Alasannya adalah karena beberapa Polres seperti Polres Mitra dan Polres Bitung belum menemukan pengungkapan kasus.
Antre Solar Subsidi Hingga 12 Jam
Sebelumnya, ratusan sopir dump truk se-Sulawesi Utara menggelar unjuk rasa di Kantor DPRD Sulut. Dalam aksi tersebut, seorang pria tua bernama Jonathan, yang dipanggil “Opa” oleh rekan sejawatnya, menyampaikan keluhan tentang antrian panjang di SPBU. Ia mengatakan harus menunggu dari jam 6 pagi hingga enam jam untuk mendapatkan solar.
Kondisi antrean panjang menjadi hal biasa bagi para sopir dump truk. Ratusan demonstran datang dengan membawa mobil dump truk mereka sendiri. Massa aksi membawa berbagai tuntutan dalam baliho dan karton putih, termasuk permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperhatikan masalah solar yang langka. Tuntutan lain juga menyentil penegak hukum, seperti meminta Kapolda Sulut untuk lebih tegas.
Rincian Kuota Solar Subsidi di Bitung
Berdasarkan penelusuran, kuota BBM Solar subsidi di SPBU di Kota Bitung bervariasi. Berikut rincian kuota harian:
- SPBU Kadoodan / Bungalow: 24.000 KL
- SPBU Madidir: 16.000 KL
- SPBU Wangurer: 8.000 KL
- SPBU Giper: 8.000 KL
- SPBU Tangkoko Manembo-Nembo: 16.000 KL
Catatan: Ada satu SPBU di BCL Manembo-Nembo yang tidak melayani BBM Solar Subsidi.

