Kasus Pelecehan di SPPG Bekasi, Kepala Unit Jadi Sorotan
Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Bekasi, Jawa Barat, kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Insiden ini menimpa seorang pegawai wanita berinisial RDA (28), yang saat ini sedang menjalani proses hukum terkait tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh atasan langsungnya.
Latar Belakang SPPG dan Program MBG
SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi adalah unit layanan yang dibentuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan salah satu inisiatif unggulan pemerintah yang bertujuan untuk memberikan makanan bergizi gratis kepada kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tujuannya adalah untuk menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
KP, yang merupakan kepala SPPG Kecamatan Jatiasih, kini menjadi sorotan setelah video aksi tak senonoh yang diduga dilakukannya viral di media sosial. Video tersebut merekam KP melakukan tindakan tidak pantas terhadap RDA, seorang pegawai di tempatnya bekerja.
Aksi Tak Senonoh yang Terekam CCTV
Video yang viral di media sosial menunjukkan KP dan RDA sedang berada di dalam ruangan kantor. Dalam rekaman tersebut, KP mendekati RDA yang sedang duduk di kursi dekat tembok, lalu meraba-raba tubuh korban. Aksi tersebut kemudian tersebar melalui akun Instagram @fakta_bekasi pada Kamis (22/10/2025).
Hingga Jumat (24/10/2025), video tersebut telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali. Warganet ikut meramaikan dengan berbagai komentar, termasuk mengecam dan berharap polisi segera menangkap pelaku.
Kronologi Kejadian
RDA mengungkapkan bahwa insiden pertama terjadi saat dirinya meminta dokumen pekerjaan kepada KP. Dokumen tersebut ternyata salah, dan KP enggan memperbaikinya. Saat RDA menagih, KP marah dan memaki dirinya di depan rekan kerja lainnya.
Beberapa hari kemudian, KP kembali menunjukkan sikap temperamen dengan terlibat keributan dengan koki dapur MBG. Ia mempermasalahkan sang koki yang bekerja bersama istri. Meski pihak yayasan menyatakan boleh, KP tetap menolak.
Trauma dan Kekhawatiran
Setelah kejadian tersebut, RDA mengalami trauma dan tidak nafsu makan. Ia juga khawatir akan ancaman jika terus melaporkan kasus ini. RDA menyampaikan kekecewaannya karena belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. Ia hanya ingin keadilan dan proses hukum berjalan.
Penjelasan Polisi
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengakui telah menerima laporan dari korban. Namun, ia mengungkap bahwa korban sedang sakit sehingga belum bisa dimintai keterangan. Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah mendatangi TKP dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
Respons BGN
Wakil Ketua Badan Bergizi Gratis (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan kekecewaannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa BGN sedang melakukan proses untuk menonaktifkan terduga pelaku usai korban melapor ke pihak berwajib. Nanik berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan semoga proses hukum berjalan cepat.

