Site icon Viral di Media

Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 26 Oktober 2025

Panduan Tata Perayaan Ekaristi Minggu Ke-30 Tahun C

Perayaan Ekaristi pada hari Minggu ke-30 tahun C memiliki tema yang mengajak umat untuk merenungkan kebaikan Tuhan terhadap orang-orang kecil dan yang berharap kepada-Nya. Teks panduan ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan dirancang untuk membimbing umat dalam perayaan liturgi dengan penuh iman dan kekhusukan.

1. Persiapan Awal

Sebelum memulai perayaan, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Di meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapit salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa menggunakan buku nyanyian. Agar suasana khusuk, alat komunikasi sebaiknya dimatikan.

2. Tanda Salib dan Salam

Pemimpin memulai dengan mengucapkan: “Penolong kita ialah Tuhan”, dan umat menyahut: “Yang menjadikan langit dan bumi”. Setelah itu, dilanjutkan dengan tanda salib dan salam.

3. Kata Pembuka

Pemimpin menyampaikan bahwa hari ini kita merayakan Masa Biasa minggu ketigapuluh. Bacaan-bacaan suci mengajak kita untuk merenungkan kebaikan Tuhan. Kitab Sirakh menyatakan bahwa Tuhan mendengar jeritan doa orang yang susah. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Tuhan selalu bersama kita, sementara Injil mengajarkan kerendahan hati melalui perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai.

4. Tobat dan Permohonan Ampun

Umat mengakui dosa mereka dan memohon pengampunan. Umat mengucapkan: “Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa…” Setelah itu, pemimpin memohon pengampunan bagi umat.

5. Menyanyikan Lagu Kemuliaan

Lagu kemuliaan seperti Madah Kemuliaan dinyanyikan untuk memuliakan Tuhan. Umat menyanyikan: “Kemuliaan kepada Allah di surga…” dan seterusnya.

6. Doa Pembuka

Pemimpin mengajak umat berdoa, memohon agar hati mereka menjadi layak untuk menerima Sabda Tuhan. Doa pembuka menekankan pentingnya keselamatan yang diberikan melalui Yesus Kristus.

7. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

Pemimpin mengajak umat untuk membuka hati dan menerima Sabda Tuhan sebagai pelita iman dan penuntun jalan hidup.

8. Bacaan Pertama (Sir. 35:12-14,16-18)

Kitab Sirakh menyampaikan bahwa Tuhan tidak memihak dalam perkara orang miskin, tetapi doa orang yang terjepit didengarkan-Nya. Jeritan yatim piatu dan janda tidak diabaikan-Nya.

9. Mendaraskan Mazmur Tanggapan

Mazmur 34 dinyanyikan untuk mengungkapkan rasa syukur dan harapan kepada Tuhan. Umat menyanyikan: “Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkan.”

10. Bacaan Kedua (2Tim. 4:6-8,16-18)

Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius menyampaikan bahwa Paulus telah mengakhiri pertandingan yang baik dan menantikan mahkota kebenaran dari Tuhan.

11. Alleluia

Pemimpin dan umat menyanyikan Alleluia, mengingat bahwa Tuhan mendamaikan dunia melalui Yesus Kristus.

12. Injil (Luk. 18:9-14)

Injil mengisahkan perumpamaan tentang dua orang yang berdoa di Bait Allah: seorang Farisi dan seorang pemungut cukai. Orang Farisi sombong, sedangkan pemungut cukai rendah hati. Yesus menyampaikan pesan bahwa yang dibenarkan adalah orang yang rendah hati.

13. Renungan Singkat

Renungan mengajarkan bahwa kerendahan hati lebih penting daripada ketaatan formal. Orang Farisi menghitung aktivitas rohaninya, namun ia dinilai sombong. Pemungut cukai mengakui kesalahannya dan memohon pengampunan, sehingga dianggap benar di hadapan Tuhan.

14. Hening

Umat diundang untuk berhenti sejenak dan merenungkan makna perayaan ini.

15. Syahadat

Umat mengucapkan Syahadat untuk mengungkapkan iman mereka kepada Tuhan.

16. Doa Umat

Pemimpin mengajak umat berdoa untuk para pemimpin Gereja, pejabat pemerintahan, dan orang-orang yang kurang diperhatikan. Doa-doa ini ditujukan agar mereka dapat bekerja dengan penuh belas kasih dan keadilan.

17. Kolekte

Para petugas mengumpulkan kolekte sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan. Kolekte dikumpulkan dan diletakkan di depan mimbar.

18. Doa Pujian

Pemimpin mengajak umat memuji Tuhan atas kebaikan-Nya. Umat menyanyikan lagu puji syukur dan memuji Tuhan yang kekal dan baik.

19. Ritus Komuni

Ada dua cara dalam Ritus Komuni: (1) menyambut Komuni Kudus, atau (2) menghayati Komuni Batin. Jika tidak menyambut Komuni, umat diajak untuk merenungkan kehadiran Tuhan di dalam hati mereka.

20. Bapa Kami

Umat menyanyikan Bapa Kami sebagai bentuk doa bersama. Dalam situasi tanpa Komuni, Salam Damai juga bisa dilakukan.

21. Mazmur 23

Mazmur 23 dinyanyikan untuk mengingatkan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Umat menyanyikan: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

22. Amanat Pengutusan

Pemimpin mengajak umat untuk menjadi saksi kebaikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Umat diingatkan untuk saling mendukung dan mewujudkan Kerajaan Allah.

23. Doa Penutup

Pemimpin mengajak umat berdoa, memohon agar Sabda Tuhan dapat hidup di tengah-tengah umat. Doa ini ditutup dengan ucapan “Amin”.

24. Mohon Berkat Tuhan

Umat menundukkan kepala dan memohon berkat Tuhan. Pemimpin mengucapkan: “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”

25. Pengutusan

Pemimpin mengajak umat untuk pergi dan diutus. Umat menjawab: “Amin.”

26. Lagu Penutup

Perayaan ditutup dengan lagu penutup yang mengingatkan para petugas dan umat untuk terus menghayati iman mereka.

Exit mobile version