Site icon Viral di Media

Banjir rob tenggelamkan 78 rumah di Kampung Tanjung Mentok

Banjir Rob Melanda Wilayah Pesisir Bangka Barat

Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Bangka Barat. Kali ini, air laut yang pasang tinggi menggenangi pemukiman warga di Kampung Tanjung, RT 01 RW 14, Kecamatan Mentok, pada Minggu (4/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat, terutama karena lokasi tersebut berada di daerah pesisir yang rentan terhadap perubahan kondisi laut.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, menjelaskan bahwa laporan mengenai banjir rob diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat dari warga sekitar pada pukul 07.00 WIB. Dalam waktu singkat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bangka Barat langsung bertindak dan menuju lokasi kejadian.

Tim berangkat dari posko pada pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi kejadian dalam waktu sepuluh menit, sekitar pukul 07.40 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, banjir rob tersebut berdampak pada 78 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Tanjung RT 01 RW 14. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Selain itu, fasilitas umum juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan.

Safrizal menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemantauan di sejumlah titik yang tergenang air. Langkah-langkah penanganan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan. Ia menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat potensi pasang puncak air laut akan terjadi hingga Senin (5/1). “Warga kami minta tetap waspada dan memperhatikan kondisi pasang surut air laut, khususnya bagi yang tinggal di wilayah pesisir,” ujarnya.

Hingga Minggu siang, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai membaik, dengan air laut yang berangsur surut. Safrizal menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan banjir rob susulan.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Banjir Rob

Safrizal mengakui bahwa pemerintah daerah bersama dinas sosial telah melakukan koordinasi dan persiapan logistik. Saat ini, pemerintah daerah terus memantau dan melakukan penanganan secara sistematis dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah agar peristiwa banjir rob tidak lagi menjadi agenda tahunan.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, pihak BPBD juga aktif memberikan edukasi tentang bahaya banjir rob dan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih sadar dan mampu menghadapi ancaman bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
* Pemantauan rutin terhadap kondisi cuaca dan pasang surut air laut.
* Sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan.
* Pelatihan tanggap darurat bagi petugas dan masyarakat setempat.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi banjir rob dan mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.


Exit mobile version