Peringatan BMKG: Gelombang Laut Tinggi Ancam Pesisir Utara Papua
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan terkait ancaman gelombang laut yang tingginya mencapai 2,5 meter di pesisir utara Papua. Peringatan ini dikeluarkan karena pengaruh Monsun Asia dan fenomena astronomi Bulan Purnama (Perigee). Wilayah yang terdampak meliputi Jayapura, Sarmi, Biak, hingga Kepulauan Mapia. Kecepatan angin di wilayah tersebut juga mencapai 20 knot, sehingga memperparah kondisi cuaca.
Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kenaikan pasang air laut yang ekstrem. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya.
Prediksi BMKG untuk Januari 2026
Prakirawan Cuaca Maritim, Adi Ramses, menjelaskan bahwa massa udara dari Laut Cina Selatan membawa uap air melimpah ke wilayah Papua. Hembusan Monsun Asia ini memicu hujan lebat yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya ketinggian ombak di perairan terbuka.
Ketinggian gelombang pada kategori sedang, yaitu antara 1,25 hingga 2,5 meter, diprediksi akan melanda beberapa wilayah seperti Perairan Jayapura, Sarmi-Mamberamo, hingga Biak. Kondisi ini diperparah dengan kecepatan angin yang tinggi serta siklus Bulan Purnama atau Perigee pada awal tahun ini.
“Siklus bulan purnama pada tanggal 3 Januari memicu kenaikan pasang air laut yang signifikan,” ujar Adi dalam keterangan resminya, Sabtu (3/1/2026).
Zona Kewaspadaan Tinggi
Wilayah Kepulauan Mapia menjadi salah satu titik yang masuk dalam zona kewaspadaan tinggi bagi para pengguna jasa transportasi laut. Meskipun demikian, kondisi perairan di Teluk Cendrawasih, Selatan Serui, dan Selatan Biak terpantau jauh lebih tenang dengan ketinggian maksimal 1,25 meter.
Meski begitu, BMKG tetap memperingatkan warga di wilayah selatan agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca mendadak. Nelayan tradisional diminta untuk selalu memeriksa pembaruan informasi cuaca sebelum memutuskan untuk pergi melaut.
Penjelasan Lebih Lanjut dari Prakirawan
Adi menekankan bahwa masyarakat di pinggir pantai tidak perlu panik, namun harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja. Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan informasi cuaca yang diberikan oleh BMKG.
Beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan gelombang laut adalah:
- Pengaruh Monsun Asia yang membawa udara lembap dan hujan lebat.
- Fenomena Bulan Purnama (Perigee) yang memengaruhi pasang surut air laut.
- Kecepatan angin yang cukup tinggi, yaitu 20 knot, yang memperkuat gelombang laut.
Dengan prediksi peningkatan gelombang laut yang akan terus berlangsung sepanjang Januari 2026, masyarakat di pesisir utara Papua diharapkan dapat lebih waspada dan siap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin berubah-ubah.

