Gempa Bumi di Kabupaten Bener Meriah dengan Kekuatan Magnitudo 2,8
Pada hari Minggu (4/1/2025) pukul 03.54 WIB, atau menjelang waktu Subuh, kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,8. Gempa tersebut terasa di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, yang masuk dalam skala III-IV MMI.
Gempa bumi ini berada pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang merupakan satuan pengukuran intensitas gempa bumi. Skala ini dikembangkan oleh seorang vulkanologis dari Italia bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala ini dibagi menjadi 12 tingkatan, mulai dari MMI I hingga MMI XII, dan menggambarkan dampak gempa berdasarkan pengamatan orang-orang yang selamat serta kerusakan yang terjadi akibat gempa.
Meskipun saat ini skala Richter lebih umum digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, skala Mercalli yang dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann pada tahun 1931 masih sering digunakan, terutama ketika tidak tersedia alat seismometer yang mampu mengukur gempa secara langsung di lokasi kejadian.
Arti dari Skala MMI Mulai dari MMI I Sampai MMI XII
Berikut penjelasan mengenai arti dari setiap tingkat skala MMI:
-
MMI I
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
MMI II
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. -
MMI III
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. -
MMI IV
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. -
MMI V
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
MMI VI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan. -
MMI VII
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan. -
MMI VIII
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh. -
MMI IX
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus. -
MMI X
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
MMI XI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali. -
MMI XII
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
Lokasi dan Informasi Gempa Bumi
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat sejauh 6 kilometer barat Bener Meriah. Titik lokasi gempa adalah 4,75 LU-96,81 BT. Meski gempa terasa di beberapa daerah, namun tidak dilaporkan adanya kerusakan signifikan atau korban jiwa.

