Ajang Nurafest Vol. 1 LKBB Ular Cawan 2026 Sukses Digelar di Semarang
Ajang Nurafest Vol. 1 dengan tajuk Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) Ular Cawan 2026 sukses digelar di SMK Nusaputera 2 Semarang, Jumat (31/1/2026), pagi hingga sore hari. Acara ini menarik perhatian pelajar SMP/MTs se-Jawa Tengah dan menjadi wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, serta semangat juang anggota Paskibra sejak usia dini.
LKBB Ular Cawan 2026 merupakan lomba baris-berbaris antar-SMP yang dikemas dalam rangkaian festival pelajar nurafest edisi perdana. Kompetisi ini tidak hanya menilai ketepatan gerakan, tetapi juga kekompakan tim, kreativitas variasi formasi, kostum, hingga penampilan komandan peleton (danton).
Tujuan dan Peserta dalam LKBB Ular Cawan 2026
Ketua Panitia Nurafest Vol. 1 LKBB Ular Cawan 2026, Dicky Adi Kurniawan, menjelaskan bahwa ajang ini bertujuan untuk meningkatkan semangat juang dan sportivitas Paskibra di kalangan pelajar SMP.
“Ini adalah ajang antar-SMP, di mana kami ingin semangat juang Paskibra para peserta semakin terpacu dan lebih bersemangat,” ujar Dicky.
Menurutnya, total peserta dalam lomba ini mencapai 24 peserta. Setiap peserta terdiri atas 16 tim, dengan komposisi 15 pasukan dan satu danton. Ia menekankan bahwa aspek utama yang menjadi perhatian dalam lomba baris-berbaris adalah kesiapan fisik dan stamina para peserta.
“Yang paling utama dalam Paskibra dan baris-berbaris itu adalah stamina dan fisik. Itu yang harus benar-benar dipersiapkan,” tegasnya.
Persiapan dan Latihan Peserta
Dicky menambahkan bahwa persiapan para peserta telah berlangsung cukup panjang. Sebab, para peserta juga mesti menyiapkan tema cerita ketika perform.
Pendaftaran lomba dibuka sejak Oktober 2025, dan para peserta mulai menjalani latihan intensif sejak Oktober, November, hingga Desember, dengan Januari 2026 menjadi puncak kegiatan.
“Mereka sudah berlatih berbulan-bulan. Semua usaha dan latihan panjang itu kemudian dinilai hanya dalam waktu sekitar sembilan menit penampilan di arena lomba,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri berpengalaman, yakni Bayu Kristianto dan Bogie Nasution sebagai juri variasi dan kostum, serta Deny Indra Irawan dan Serka Tabah Suratman sebagai juri Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Pengalaman Peserta dan Tema Penampilan
Salah satu peserta asal SMPN 14 Semarang, Arthasya Alzena Rania, mengaku puas dengan penampilan timnya meski waktu persiapan relatif singkat akibat adanya pergantian pasukan.
“Puas banget. Persiapan kami cukup singkat, sekitar satu setengah bulan karena ada pergantian anggota, jadi harus mengulang latihan dari awal,” ujar Rania.
Rania menjelaskan, latihan dilakukan hampir setiap hari di sekolah dengan fokus utama pada latihan fisik, seperti lari, push up, sit up, plank, crunch, serta latihan kekuatan kaki, tangan, perut, dan paha. Selain itu, tim juga berlatih pengaturan napas untuk menjaga ketahanan selama tampil.
Tak hanya mengandalkan fisik dan teknik, tim dari SMPN 14 Kota Semarang juga mengusung tema penampilan yang sarat pesan edukatif, yakni semangat belajar di sekolah. Tema tersebut menggambarkan siswa yang awalnya malas belajar, kemudian mendapatkan motivasi dari guru untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih cerah.
“Pesannya jelas, untuk meraih prestasi dibutuhkan pendidikan. Pendidikan adalah kunci kesuksesan,” kata siswi kelas 9 tersebut.
Kategori Penghargaan dalam LKBB Ular Cawan 2026
Dalam LKBB Ular Cawan 2026, panitia memperebutkan sejumlah kategori penghargaan, di antaranya PBB Terbaik, Variasi Formasi, Danton Terbaik, Kostum Terbaik, Favorit, Support UMKM, Best Media Sosial, Best Video Kreasi, serta Juara Utama dan Juara Umum.
Selain menjadi ajang kompetisi, nurafest Vol. 1 juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan.
Bagi sebagian peserta seperti Rania, ajang ini menjadi event terakhir sebelum lulus dan juga estafet regenerasi pasukan diteruskan oleh anggota baru di sekolah masing-masing.

