Pujian dari Pelaku Wisata terhadap Kebijakan Bupati Sumedang
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mendapatkan apresiasi dari para pelaku wisata setelah melonggarkan aturan study tour yang sebelumnya dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Keputusan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri pariwisata di wilayah tersebut.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumedang, Iyan Sofyan Hady, menyampaikan rasa terima kasih atas kebijakan Bupati Dony. Menurutnya, kebijakan ini membuka kembali peluang bagi pelaksanaan kegiatan wisata edukasi atau study tour di wilayah Jawa Barat. Meskipun kebijakan tersebut tetap merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang melarang study tour, Bupati Dony memberikan izin dengan ketentuan bahwa kegiatan dilakukan dalam wilayah provinsi dan tanpa adanya paksaan dari pihak sekolah.
Iyan mengungkapkan bahwa kebijakan ini sangat penting bagi para pelaku usaha pariwisata yang sempat mengalami stagnasi selama beberapa bulan. Ia berharap OPD di Sumedang bisa kembali diberi kelonggaran untuk menyelenggarakan kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition), baik di dalam maupun luar daerah.
Menurut Iyan, SK Gubernur Jawa Barat bersifat imbauan, sehingga kepala daerah memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi masing-masing daerah. Ia berharap Bupati Dony bisa mengikuti jejak daerah lain yang berani mengambil kebijakan berbeda dari provinsi, demi kelangsungan hidup masyarakat, terutama para pelaku usaha jasa pariwisata.
Rekam Jejak Bupati Sumedang
Dony Ahmad Munir lahir pada 5 Desember 1973. Ia adalah Bupati Sumedang periode 2018–2023. Sebagai politikus PPP, ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumedang, DPRD Provinsi Jawa Barat hingga DPR RI dari tahun 1997 hingga 2018.
Pada Pilkada Sumedang 2018, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Sumedang bersama Erwan Setiawan dan memenangkan pemilihan tersebut. Setelah kemenangan tersebut, mereka kemudian dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumedang pada 20 September 2018 di Kota Bandung.
Pada 28 Februari 2020, Dony memperoleh gelar doktor bidang ilmu akuntansi dari Universitas Padjadjaran Bandung terkait disertasinya mengenai tata kelola dana desa oleh pemerintahan desa di Sumedang. Ia juga tercatat sebagai salah satu anggota tim pemenangan pasangan Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pemilihan umum Presiden tahun 2019.
Dony adalah cucu dari ulama terkenal di Sumedang, K.H. Mama Satibi (K.H. Muhammad Syatibi). Selain itu, ia adalah anak dari tokoh NU Sumedang, K.H. Moch. Subki Ma’mun dan Hj. Ikah Musmikah (Ketua Muslimat NU Sumedang).
Pada masa Orde Baru, ayahnya pernah menjadi salah satu calon Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan untuk daerah pemilihan Jawa Barat pada Pemilihan umum 1987. Dony pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PPP Sumedang periode 1995–2000.
Ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumedang tahun 1997–1999 dan merupakan anggota termuda saat itu dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Tahun 1999–2004 Ia menjadi Ketua Fraksi PPP di DPRD Sumedang. Pada waktu bersamaan Ia juga menjadi Sekretaris DPC PPP periode 2000–2006. Karier politiknya di PPP semakin bersinar yang kemudian membawanya sebagai Ketua DPC PPP Sumedang periode 2006–2011.
Selain di bidang politik, Dony aktif di sejumlah organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Departemen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dari tahun 1996 hingga 2003. Di bidang olahraga, Dony pernah memimpin Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI).
Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Dony adalah menjadi tokoh uswatun hasanah yang diberikan oleh BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Jawa Barat. Pada tahun 2008, ia juga dianugerahi Honorary Police dari Kapolwil Priangan.

