Sosok Bupati Bone yang Viral Akibat Kenaikan Pajak
Andi Asman Sulaiman, Bupati Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik setelah ribuan warga melakukan aksi demo yang berujung ricuh. Demo ini dilakukan karena kebijakan kenaikan pajak PBB-P2 sebesar 300 persen yang dianggap tidak rasional oleh masyarakat. Aksi ini berlangsung di kantor bupati pada hari Selasa (19/8/2025), dan suasana sempat memanas hingga terjadi bentrokan antara massa dengan aparat keamanan.
Andi Asman lahir di Bone pada 4 Juni 1978, sehingga saat ini ia berusia 47 tahun. Ia menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya sendiri. Pendidikan dasarnya dimulai dari SD Inpres 10/73 Mappesangka, lalu melanjutkan ke SMP Negeri Ponre dan SMA Negeri 1 Lappariaja. Untuk jenjang pendidikan perguruan tinggi, Andi Asman menempuh S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Prima Bone. Sementara untuk gelar S2, ia meraihnya dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Andi Asman memiliki dua gelar akademis yaitu Sarjana Sosial (S.Sos.) dan Magister Manajemen (M.M.).
Selain itu, Andi Asman juga merupakan adik dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Meski memiliki latar belakang keluarga yang berpengaruh, ia tetap aktif dalam dunia pemerintahan dan politik.
Tidak Hadir Saat Demo, Warga Marah
Pada saat aksi demo berlangsung, Andi Asman tidak hadir di lokasi. Hal serupa juga terjadi pada Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin. Ketidakhadiran mereka memicu kemarahan warga. Massa bahkan nekat membongkar pagar kantor bupati dan menduduki ruangan. Empat aparat keamanan terluka akibat lemparan batu dari massa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Anwar, menjelaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di luar kota saat demo berlangsung. Menurutnya, kenaikan tarif PBB-P2 sebesar 300 persen adalah informasi yang tidak benar. “Kenaikan PBB-P2 di Bone hanya mencapai 65 persen, bukan 300 persen,” tegasnya.
PBB-P2 adalah pajak atas bumi dan bangunan yang dimiliki atau dimanfaatkan oleh individu atau badan, kecuali kawasan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.
Perjalanan Karier Politik
Andi Asman memulai kariernya sebagai abdi negara sejak 2003 sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Soppeng. Ia terus berkembang dengan menjabat posisi penting mulai dari staf dinas hingga kepala dinas. Beberapa posisi penting yang pernah ia jabat antara lain:
- CPNS Kabupaten Soppeng (2003)
- Staf Dinas Tata Ruang
- Lurah Majang (2011)
- Kepala Seksi Di Dinas Pariwisata
- Sekretaris Camat Bengo
- Camat Barebbo
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan
- Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Dan Perkebunan
Pada Pilkada Bone 2024, Andi Asman maju sebagai calon bupati bersama Andi Akmal Pasluddin. Keduanya didukung oleh berbagai partai seperti NasDem, PKS, Gerindra, PAN, Demokrat, Perindo, PBB, PSI, dan Gelora. Mereka berhasil menang dengan meraih 199.954 suara, sementara pasangan lain hanya meraih jumlah yang jauh lebih sedikit.
Setelah menang, Andi Asman dan Andi Akmal dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Bone periode 2025–2030 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (20/2/2025).
Harta Kekayaan Bupati Bone
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan pada 21 Maret 2024, Andi Asman memiliki total harta kekayaan senilai Rp3.619.033.041. Rincian harta kekayaannya antara lain:
- Tanah dan Bangunan: Rp2.332.000.000
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp750.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp520.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp17.033.041
Dari total harta tersebut, beberapa di antaranya adalah tanah seluas 260 m² di Kabupaten Bone dengan nilai Rp500.000.000, serta mobil Toyota Jeep dan Honda CR-V yang nilainya masing-masing Rp350.000.000 dan Rp400.000.000.
Harta kekayaan ini menunjukkan bahwa Bupati Bone memiliki aset yang cukup besar, namun hal ini tidak mengurangi ketegangan yang terjadi akibat kebijakan kenaikan pajak yang kontroversial.

