Kisah Malik, Siswa yang Gagal Akademi Militer Tapi Lolos Akpol dan Dapat Adhi Makayasa

Kegagalan Bukan Akhir, Tapi Awal Kesuksesan

Ipda Muhammad Malik Aditya Kurniawan membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun sebelumnya gagal masuk Akademi Militer (Akmil), ia justru berhasil lolos menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2025. Kini, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Akpol dan berhak menerima penghargaan Adhi Makayasa dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Adhi Makayasa adalah penghargaan tertinggi bagi para taruna TNI dan Polri yang mengemban pendidikan di instansi pendidikan seperti Akmil, AAU, dan Politeknik AAL, serta Akpol. Para letnan dan ipda yang mendapatkan penghargaan ini dinilai berprestasi dalam berbagai aspek, termasuk akademik, jasmani, mental kepribadian, dan karakter.

Dalam upacara tersebut, Malik mendapat kehormatan penyematan pangkat perwira pertama langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Ini menunjukkan prestasi luar biasa yang telah dicapainya selama masa pendidikan.

Latar Belakang dan Perjalanan Pendidikan

Malik tercatat sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara (Tarnus). Selain pintar secara akademis, ia juga pernah menjadi wakil sekolahnya dalam pertandingan basket. Pria kelahiran tahun 2002 ini juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada tahun 2019.

Ia pernah mengikuti seleksi Akmil dan bahkan sampai tingkat pusat pada tahun 2020. Namun, ia gagal karena tidak rezeki. Setelah itu, ia memutuskan untuk mendaftar Akademi Kepolisian, mengikuti jejak kakeknya yang menjadi polisi. Keputusan ini ternyata sangat tepat, karena melalui Akpol inilah ia meraih penghargaan terbaiknya.

Selama empat tahun menjalani pendidikan sebagai taruna polisi, Malik berhasil menorehkan prestasi puncak di antara ratusan rekan seangkatannya. Ia tercatat memiliki nilai tinggi dalam tiga kategori penghargaan Akpol.

Prestasi yang Mengagumkan

Pertama, Ati Tanggon Perak, sebuah penghargaan yang diberikan kepada taruna yang menunjukkan keteladanan dan disiplin yang tinggi. Malik mendapat posisi terbaik kedua dalam aspek karakter. Kedua, Ati Trengginas untuk ketangguhan fisik dan mental, ia mendapatkan posisi terbaik ketiga. Terakhir, Wira Cendekia untuk prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3.5.

Perjalanan Malik tidak mudah. Selama masa pendidikan, ia menghadapi berbagai tantangan, baik fisik maupun mental. Namun, ia bersyukur karena memiliki dukungan yang luar biasa, baik dari pimpinan Akpol, pengasuh, orang tua, keluarga, maupun rekan-rekannya.

Dukungan dan Kebijakan Pendidikan

Malik menyampaikan bahwa pendidikan di Akpol bersifat gratis, sehingga tidak memberatkan secara ekonomi. Seluruh proses pendidikan ditanggung negara, yang membuatnya bisa fokus pada pembelajaran tanpa khawatir biaya.

Presiden Prabowo Subianto juga memberikan pesan khusus kepada para lulusan terbaik. Menurut Malik, pesan tersebut adalah agar menjadi perwira yang dapat menjadi contoh dan teladan bagi anggotanya.

Dengan prestasi yang diraihnya, Ipda Muhammad Malik Aditya Kurniawan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kegagalan yang ia alami tidak membuatnya menyerah, justru menjadi awal dari kesuksesan yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *