Truk Bawa Semen Terperosok di Dermaga Moveable Bridge Roro Jagoh
Sebuah truk bermuatan semen mengalami kecelakaan saat mencoba masuk ke kapal Roro KMP Paray di Dermaga Moveable Bridge (MB) Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (27/7/2025). Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Ban sisi kiri truk berwarna kuning tiba-tiba terperosok saat sedang ingin memasuki kapal.
Truk tersebut awalnya hendak berangkat dari Jagoh menuju Pelabuhan Roro Penarik yang dijadwalkan berlayar pukul 14.00 WIB. Namun, saat memasuki kapal, ban kiri truk mendadak terperosok. Seorang warga setempat, Fandy, menyampaikan bahwa bagian depan truk sudah masuk ke dalam kapal, sementara bagian belakang masih terjebak di dermaga.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan dan pelabuhan. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa kondisi jalan menuju pelabuhan juga tidak stabil, sehingga memengaruhi mobilitas pengguna transportasi laut.
Jalan Berlumpur di Pelabuhan Bintang 99 Persada Bikin Resah Pengguna Kapal Pelni
Di wilayah Batam, khususnya di Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batu Ampar, kondisi jalan menuju pelabuhan menjadi perhatian serius. Jalan yang berlumpur dan banyak kubangan air membuat para calon penumpang kapal Pelni merasa khawatir.
Susi, seorang warga Batu Aji yang akan berangkat ke Belawan, Sumatra Utara, mengeluhkan situasi ini. Ia menyebutkan bahwa mobil yang mengantar tidak mau masuk ke dalam pelabuhan karena takut terjebak. Akibatnya, banyak penumpang harus berjalan kaki melewati area yang tidak nyaman.
Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit, memberikan pernyataan bahwa akses jalan menuju pelabuhan harus diperhatikan lebih serius. Menurutnya, kondisi jalan yang licin dan berlumpur bisa membahayakan keselamatan pengguna transportasi laut. Ia meminta pemerintah agar segera melakukan perbaikan agar tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan.
Angin Kencang Menghancurkan Rumah di Pulau Lipan Lingga
Di Pulau Lipan, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, sebuah rumah milik Sukur, seorang warga berusia 63 tahun, rusak parah akibat diterjang angin kencang. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (26/7/2025) siang, sekitar pukul 13.45 WIB.
Rumah panggung yang berdiri di atas laut itu porak-poranda akibat angin yang tiba-tiba menerjang. Keluarga Sukur kini terpaksa mengungsi ke rumah warga lain karena rumah mereka tidak layak huni. Warga sekitar mengaku panik dengan kejadian ini, karena angin kencang datang tanpa tanda-tanda sebelumnya.
Kecelakaan Maut di Simalungun, 3 Orang Tewas
Di Simalungun, Sumatera Utara, terjadi kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang. Kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Calya ditabrak oleh Kereta Api Kisaran Express di perlintasan kereta tanpa palang pintu.
Peristiwa ini terjadi di perlintasan KM 115+0/1, Nanggar Bayu, Kabupaten Simalungun, pada pukul 15.48 WIB. Dari laporan polisi, tiga orang meninggal dunia dan tujuh lainnya terluka. Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, menyebutkan bahwa kecelakaan ini dilaporkan sekitar pukul 17.10 WIB.
SDN 007 Batam Kota Tanggapi Keluhan Wali Murid Soal Seragam Sekolah
Pihak SD Negeri (SDN) 007 Batam Kota tanggapi keluhan wali murid terkait harga seragam sekolah. Plt. Kepala Sekolah, Nurmaini, menjelaskan bahwa sekolah tidak mewajibkan pembelian seragam olahraga dan batik.
Menurut Nurmaini, pemesanan seragam dilakukan berdasarkan permintaan orang tua, dengan sistem Pre-Order (PO). Orang tua membuat surat pernyataan pemesanan terlebih dahulu, baru kemudian pihak sekolah memesankan ke tailor. Setelah seragam jadi, baru dilakukan pembayaran dan pengambilan.
Warga Anambas Mulai Bersiap Tampung Air Akibat Sumber Air Menipis
Di Kabupaten Kepulauan Anambas, sumber air di Batu Tabir mulai menipis akibat musim kemarau. Hal ini memengaruhi jadwal pendistribusian air bersih ke rumah-rumah warga.
Dari yang biasanya dua hari sekali, kini jadwal distribusi air berubah menjadi empat hari sekali. Langkah ini diambil oleh UPTD SPAM Anambas karena debit air yang semakin berkurang. Kabid Cipta Karya PUPR Anambas, Doni Noviandi, mengatakan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan untuk memastikan distribusi air tetap optimal.