Pengendara Motor Peringatkan MotoGP soal Kesalahan Formula 1

Kritik Casey Stoner terhadap Sistem Kontrol Stabilitas di MotoGP

Casey Stoner, juara dunia MotoGP 2007 dan 2009, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap sistem kontrol stabilitas yang digunakan dalam balapan MotoGP. Kritik ini muncul setelah sesi latihan bebas pertama MotoGP Austria di Red Bull Ring, Jumat (15/8/2025). Ia menilai bahwa sistem tersebut menciptakan tren yang berpotensi mengulangi kesalahan yang pernah terjadi dalam olahraga lain, seperti Formula 1.

“Kami sekarang menciptakan juara dari para insinyur, bukan dari para pembalap,” ujarnya. “Dan kita akan memasuki era di mana semua kesalahan yang pernah dilakukan oleh Formula 1 kembali muncul.”

Stoner menyoroti bagaimana penggunaan sistem elektronik yang canggih membuat para pembalap tidak lagi memiliki kendali penuh atas motor mereka. Menurutnya, saat ini, pembalap bisa memutar gas hingga 300 tenaga kuda tanpa ada konsekuensi nyata. Hal ini dinilainya menghilangkan elemen keterampilan dalam balapan.

“Kita tidak bisa lagi mengontrol seberapa banyak sliding yang kita miliki,” katanya. “Saat saya melakukan pengujian, sebelum saya berhenti sepenuhnya, saya dilarang menggunakan kopling saat memasuki tikungan karena bisa mengganggu sistem.”

Menurut Stoner, hal ini mengurangi tantangan yang seharusnya ada dalam balapan. Ia merasa bahwa pembalap hanya perlu mengerem keras, memasuki tikungan, lalu melanjutkan tanpa adanya risiko signifikan. Ini, menurutnya, justru membuat olahraga ini kurang menarik.

Keamanan atau Keselamatan?

Stoner juga tidak percaya dengan alasan resmi bahwa sistem kontrol stabilitas diperkenalkan untuk meningkatkan keamanan. Ia menilai bahwa dengan mengambil alih kendali dari bagian belakang motor, para pembalap kehilangan rasa takut terhadap kendaraan. Akibatnya, mereka cenderung mendorong lebih keras, terutama pada bagian depan.

“Jika Anda kehilangan bagian depan, motor sering kali kembali ke lintasan,” katanya. “Namun, semakin aman bagian belakang, semakin buruk bagian depan. Dan kita akan melihat kejadian yang lebih buruk lagi.”

Selain itu, ia menyoroti bahwa kecepatan maksimum di akhir lintasan lurus akan meningkat, sehingga margin kesalahan pada titik pengereman menjadi sangat sempit. Ini berarti para pembalap harus selalu berada di ambang batas maksimal.

Masalah di Sesi Latihan

Pernyataan Stoner terdengar benar ketika beberapa pembalap keluar dari lintasan setelah mengerem secara berlebihan. Beberapa pembalap, seperti Enea Bastianini, bahkan melakukannya beberapa kali. Meskipun tidak ada kecelakaan highside, masalah ini menunjukkan bahwa sistem kontrol stabilisasi masih memiliki kelemahan.

Di sisi lain, beberapa pembalap di sesi latihan ini berhasil mempertahankan kecepatan saat mengerem, sehingga lolos ke sesi Q2. Namun, Stoner tetap khawatir dengan arah pengembangan MotoGP.

Masalah Biaya dan Perkembangan Teknologi

Stoner juga menyampaikan kekhawatiran tentang rencana pengurangan aerodinamika dan kapasitas mesin untuk MotoGP 2027, termasuk pelarangan perangkat ketinggian motor. Ia menilai bahwa langkah-langkah ini tidak cukup untuk mengatasi masalah yang ada.

“Bahkan tidak mendekati,” ujarnya. “Membuat motor lebih ringan justru membuat titik pengereman lebih sedikit. Kecepatan tertinggi akan lebih rendah karena motor tidak lagi memiliki perangkat ketinggian berkendara.”

Ia menambahkan bahwa aerodinamika justru meningkatkan biaya tanpa memberikan manfaat yang signifikan. “Aero adalah hal termahal yang bisa Anda lakukan,” katanya.

Stoner menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil oleh pihak penyelenggara justru membawa olahraga ini ke arah yang salah. Ia berharap ada perubahan yang lebih bijaksana untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan keterampilan pembalap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *