Peneliti AI dari OpenAI Bergabung dengan Meta Superintelligence Labs
Meta terus memperkuat posisinya dalam dunia kecerdasan buatan (AI) dengan merekrut para ahli AI ternama dari perusahaan pesaing. Salah satu peneliti yang baru saja bergabung adalah Shengjia Zhao, yang sebelumnya menjadi bagian dari tim di OpenAI. Kepindahan Zhao ke Meta Superintelligence Labs (MSL) menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas kapasitas riset dan pengembangan teknologi AI.
Zhao dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam pembuatan model AI seperti ChatGPT, GPT-4, dan o1, yang merupakan model penalaran pertama OpenAI. Selama bekerja di OpenAI, ia berkontribusi besar dalam merancang sistem penalaran AI yang digunakan oleh banyak perusahaan teknologi lain. Kini, Zhao akan mengambil peran sebagai Chief Scientist di MSL, bertanggung jawab atas arah penelitian dan inovasi di laboratorium tersebut.
Rekrutmen Peneliti AI dari Perusahaan Lain
Keputusan Meta untuk merekrut Zhao tidak berlangsung sendirian. Beberapa peneliti lain dari OpenAI juga telah bergabung dengan MSL. Dalam laporan terbaru, nama-nama seperti Jahui Yu, Shuchao Bi, Hongyu Ren, dan Trapit Bansal disebutkan sebagai anggota baru yang berasal dari OpenAI. Selain itu, tiga ahli AI dari kantor OpenAI di Zurich juga turut bergabung, yang sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek multimodality.
Selain dari OpenAI, Meta juga telah merekrut beberapa ilmuwan AI dari perusahaan lain seperti Google DeepMind, Safe Superintelligence, Apple, dan Anthropic. Upaya ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk membangun tim riset AI yang kuat dan berkompeten.
Strategi Rekrutmen yang Serius
Untuk menarik minat para peneliti kelas dunia, Meta melakukan pendekatan yang sangat personal. CEO Mark Zuckerberg bahkan menghubungi kandidat melalui email pribadi dan mengundang mereka ke kediamannya di Lake Tahoe. Selain itu, perusahaan menawarkan paket kompensasi yang sangat menarik, dengan nilai mencapai delapan hingga sembilan digit. Tawaran ini disebut sebagai “exploding offer”, yang berlaku hanya dalam hitungan hari, menunjukkan betapa seriusnya ambisi Meta dalam menggaet talenta AI terbaik.
Investasi dalam Infrastruktur Komputasi Cloud
Selain rekrutmen, Meta juga meningkatkan investasi dalam infrastruktur komputasi cloud. Proyek yang sedang dikembangkan adalah Promotheus, sebuah cluster komputasi cloud berkekuatan 1 gigawatt yang berlokasi di Ohio, AS. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2026 dan akan menjadi salah satu kluster pelatihan AI terbesar di dunia. Dengan energi sebesar 1 gigawatt, Promotheus mampu memberi daya pada lebih dari 750.000 rumah, yang diyakini akan membantu Meta dalam pelatihan model AI tingkat lanjut.
Dua Kepala Ilmuwan AI di Meta
Dengan masuknya Zhao ke MSL, Meta kini memiliki dua kepala ilmuwan AI. Selain Zhao, Yann LeCun juga bertugas memimpin FAIR (Fundamental Artificial Intelligence Research), yang fokus pada riset jangka panjang untuk teknologi AI. Meski masih belum jelas bagaimana kedua unit tersebut akan bekerja sama, struktur tim yang kuat ini menunjukkan bahwa Meta siap bersaing dengan OpenAI dan Google dalam perebutan posisi terdepan di bidang AI.