Ulasan IQOO Neo 10, Performa Flagship dengan Harga Terjangkau

Desain yang Menarik dan Fungsional

IQOO Neo 10 hadir dengan desain bodi boxy dan finishing matte modern. Meskipun masih menggunakan material plastik, perangkat ini terasa solid dan memiliki keuntungan dalam hal disipasi panas—tidak cepat panas saat sesi gaming panjang. Modul kamera belakang berbentuk segi empat dengan sudut membulat seperti jendela pesawat membuatnya ikonik, namun bisa terasa mengganggu bagi gamer yang sering memiringkan ponsel ke kiri.

Dengan bobot 206 gram dan ketebalan 8,4 mm, perangkat ini terbilang ringan untuk ukuran baterai jumbo 7.000 mAh—salah satu yang terbesar di pasaran resmi Indonesia. Varian warna oranye memberi kesan ceria dan segar, meski casing bawaan berwarna hitam membuat tampilannya kurang maksimal. Di sisi bawah tersedia dual nano SIM tray, port USB-C, dan speaker grill, tapi sayangnya tanpa jack audio 3.5mm—yang bisa jadi minus bagi pengguna earphone kabel.

Perangkat Lunak yang Masih Perlu Penyegaran

Di sisi perangkat lunak, IQOO Neo 10 menggunakan Funtouch OS. Sayangnya, desain UI-nya tergolong paling outdated dibanding kompetitor di kelasnya. Meskipun soal desain adalah preferensi personal, jika melihat tren saat ini, kami berharap developer bisa memberikan penyegaran besar—baik dengan meng-upgrade tampilan Funtouch OS secara menyeluruh, atau langsung menghadirkan Origin OS yang tampil lebih modern seperti versi yang dipakai di pasar Tiongkok.

Layar yang Mengesankan

Mengusung panel AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K, IQOO Neo 10 menawarkan tampilan tajam dengan warna yang hidup. Dukungan refresh rate hingga 144Hz membuat navigasi dan gaming terasa sangat smooth, memberikan pengalaman visual yang superior dibanding layar 120Hz biasa. Tingkat kecerahan layar juga cukup untuk penggunaan di luar ruangan, bahkan di bawah terik matahari. Rasio layar-ke-bodi yang tinggi serta bezel yang tipis membuat pengalaman menonton video, bermain game, maupun scrolling media sosial jadi lebih menyenangkan. Layarnya juga mendukung HDR, yang membuat konten streaming seperti Netflix dan YouTube tampil lebih hidup.

Performa yang Mumpuni

IQOO Neo 10 diperkuat oleh Snapdragon 8s Gen 4 yang dipadukan dengan chip grafis tambahan Q1. Kombinasi ini menghasilkan skor benchmark yang mendekati smartphone flagship dan jauh mengungguli rata-rata ponsel di kelasnya. Tersedia dalam pilihan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 512GB, perangkat ini mampu menangani beban kerja tinggi tanpa kendala. Ditambah dengan sistem manajemen RAM yang agresif namun cerdas, membuka banyak aplikasi secara bersamaan tidak menjadi masalah. Bahkan saat digunakan untuk rendering video ringan pun, kinerjanya tetap stabil.

Pengujian Gaming yang Mengesankan

Dalam pengujian gaming, IQOO Neo 10 mampu menjalankan berbagai judul populer dengan performa tinggi. Delta Force bisa mencapai 120 FPS di setting “Normal”, namun turun ke 60 FPS di mode “Ultimate”. Mobile Legends berjalan stabil di 120 FPS dengan pengaturan grafis ultra dan efek visual tinggi. War Thunder mendukung grafis maksimal dan opsi anti-aliasing lengkap, tapi hanya mentok di 60 FPS. PUBG Mobile mendukung 90 FPS di setting “Smooth”, namun terbatas di 60 FPS pada “Ultra HD”—bukan masalah performa, melainkan keterbatasan dukungan dari pengembang. Genshin Impact bisa dimainkan di pengaturan tertinggi dengan rata-rata 58 FPS.

Kamera yang Cukup Baik

IQOO Neo 10 mengusung dua kamera belakang: kamera utama 50MP dengan dukungan Optical Image Stabilization (OIS), dan lensa ultra-wide 8MP. Kamera depannya memiliki resolusi 16MP. Sensor utama 50MP ini menawarkan kualitas gambar yang solid di berbagai skenario. Berkat ukuran sensor yang besar dan bukaan lebar, hasil foto di siang hari terlihat tajam dengan warna akurat, sementara foto malam tetap detail berkat OIS yang membantu menjaga kestabilan saat pemotretan. Dalam mode default, detail yang dihasilkan sudah sangat mencukupi untuk penggunaan media sosial, cetak, maupun dokumentasi harian.

Baterai yang Tahan Lama

Kapasitas 7.000 mAh menjadi salah satu nilai jual utama Neo 10. Dalam pengujian baterai menggunakan PCMark, perangkat ini mencatat daya tahan hingga 21 jam 50 menit. Sementara itu, screen-on time harian berkisar antara 7 hingga 9 jam, tergantung pada intensitas penggunaan dan jenis aplikasi yang dijalankan. Untuk pengisian daya, teknologi FlashCharge 120W bekerja secara bertahap: dari 8% ke 71% hanya dalam 30 menit. Dari 71% ke 100% membutuhkan tambahan sekitar 15 menit. Total waktu pengisian dari hampir kosong hingga penuh sekitar 45 menit.

Kesimpulan

IQOO Neo 10 adalah paket lengkap untuk pengguna yang mengejar performa tinggi di harga menengah. Chipset kencang, baterai besar, pengisian super cepat, layar 144Hz, serta stabilitas gaming yang impresif menjadikannya salah satu perangkat terbaik di kelasnya. Meski desain bodi plastik dan tampilan Funtouch OS terasa kurang modern dibanding kompetitor, serta absennya jack audio 3.5mm dan kamera yang belum terlalu fleksibel, semua itu masih bisa dimaklumi mengingat nilai yang ditawarkan secara keseluruhan. Bagi gamer, konten kreator pemula, atau pengguna berat sehari-hari, IQOO Neo 10 layak dijadikan pilihan utama di tahun 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *