Liverpool Menghadapi Tantangan Berat di Liga Inggris
Setelah tampil dalam pertandingan Liga Champions pada pertengahan minggu, Liverpool kini fokus untuk kembali meraih kemenangan di Liga Inggris. Mereka akan bertandang ke Stadion Gtech Community Stadium untuk menghadapi Brentford pada hari Minggu, 26 Oktober 2023, pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama antara kedua tim sejak Januari lalu, ketika Liverpool sukses menang 2-1 atas Brentford berkat dua gol Darwin Núñez di masa tambahan waktu.
Kekalahan dalam empat pertandingan berturut-turut di semua kompetisi membuat tekanan semakin besar terhadap manajer Arne Slot dan seluruh pemain Liverpool. Kekalahan terbaru mereka terjadi saat melawan Manchester United dengan skor 2-1 di Liga Inggris, yang memperburuk situasi menjelang laga penting melawan Eintracht Frankfurt di Liga Champions.
Musim ini, performa Liverpool jauh dari harapan meskipun telah menghabiskan sekitar £450 juta untuk mendatangkan pemain baru. Masalah utama terletak di lini belakang, yang sering kebobolan. Dalam 13 pertandingan, mereka kebobolan 18 gol. Namun, ada sedikit angin segar setelah Hugo Ekitike mencetak gol penyama kedudukan dalam laga melawan Frankfurt, yang akhirnya berujung pada kemenangan 5-1. Ini adalah kemenangan terbesar Liverpool sejak April, ketika mereka juga menang 5-1 atas Tottenham.
Di Liga Champions, Liverpool telah mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan. Sementara di Liga Inggris, mereka mengoleksi 15 poin dari delapan laga (menang lima kali, kalah tiga kali). Saat ini, Liverpool berada di posisi ketiga, tertinggal empat poin dari Arsenal yang memimpin klasemen.
Sejak Februari 2021, Liverpool belum pernah mengalami kekalahan dalam empat laga berturut-turut di Liga Inggris. Namun, kini mereka mengalami kekalahan dalam lima dari delapan laga tandang terakhir. Lebih parah lagi, mereka kalah dalam empat pertandingan terakhir saat bertandang ke tim-tim London. Rekor ini belum pernah terjadi sejak Maret hingga November 1970.
Di awal musim, Liverpool sering mencetak gol di menit akhir. Namun, kini mereka justru mengalami nasib buruk dengan kalah dalam tiga laga terakhir di Liga Inggris akibat gol yang tercipta di 10 menit terakhir. Tidak ada tim di Liga Inggris yang pernah kalah empat kali berturut-turut dengan cara seperti ini, dan hanya Crystal Palace pada November 2016 yang pernah mengalami hal serupa.
Performa Brentford yang Menjanjikan
Sementara itu, Brentford baru saja merayakan kemenangan ketiga mereka di Liga Inggris musim ini. Mereka juga berhasil meraih kemenangan tandang pertama di bawah pelatih baru Keith Andrews. Dalam pertandingan melawan West Ham United, Brentford menang 2-0 di Stadion London. Igor Thiago membuka keunggulan pada menit ke-43, sementara Mathias Jensen memastikan kemenangan di waktu tambahan.
Dengan 10 poin, Brentford kini berada di posisi ke-13 dalam klasemen Liga Inggris, lima poin di atas zona degradasi dan juga lima poin di belakang Liverpool. Mereka berusaha meraih kemenangan beruntun di liga untuk pertama kalinya sejak meraih empat kemenangan berturut-turut antara April hingga Mei musim lalu.
Meski memiliki catatan kurang baik di kandang, hanya lima kemenangan dari 16 pertandingan di semua kompetisi pada tahun 2025 (empat kemenangan, tujuh kekalahan), tiga dari lima kemenangan itu terjadi musim ini, termasuk kemenangan melawan Manchester United (3-1) pada akhir September.
Masalah Cedera yang Menghiasi Tim
Brentford masih menghadapi beberapa masalah cedera. Aaron Hickey sedang dalam pemulihan dari cedera lutut, Antoni Milambo mengalami cedera ACL, dan Josh Dasilva juga tidak bisa bermain karena cedera lutut.
Di sisi lain, Liverpool juga menghadapi tantangan serupa. Jeremie Frimpong dipastikan absen karena cedera hamstring yang didapat saat melawan Frankfurt. Giovanni Leoni (ACL) dan Alisson Becker (hamstring) juga tidak dapat bermain, sedangkan Alexander Isak yang mengalami cedera pangkal paha saat melawan Frankfurt, kondisinya masih diragukan. Ryan Gravenberch juga absen dalam laga tengah pekan ke Jerman karena cedera pergelangan kaki ringan.