Kejadian Meninggalnya Bocah 7 Tahun Akibat Tenggelam di Sungai Ogan
Seorang anak berusia 7 tahun bernama Hafiz Riski akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ogan. Kejadian ini terjadi saat korban sedang liburan ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penemuan korban terjadi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban ditemukan mengapung di Sungai Ogan, tepatnya di Desa Talang Balai Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 24 KM dari tempat kejadian awal. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, yang membenarkan bahwa korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Benar korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Raymond saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1).
Menurut informasi yang diperoleh, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang melakukan aktivitas di sekitar sungai. Setelah mengetahui keberadaan korban, warga langsung memberitahu Tim SAR gabungan untuk segera bertindak.
Tim SAR kemudian bergerak ke lokasi kejadian guna melakukan proses evakuasi. Korban dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian oleh Tim SAR resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian kembali ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Awal Kejadian Tenggelam
Kejadian bermula ketika korban yang merupakan warga Talang Jambe, Palembang, sedang berlibur ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung OKI. Pada Jumat (26/12/2025), sekitar pukul 16.00 WIB, korban pergi mandi di sungai bersama nenek dan tiga orang saudaranya.
Saat sedang asik bermain air, tiba-tiba korban dan tiga saudaranya terseret arus sungai. Nenek korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan ketiga saudara korban. Namun, nasib malang menimpa korban, tubuhnya hanyut dan akhirnya tenggelam.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Setelah kejadian tersebut, masyarakat sekitar dan pihak berwajib langsung melakukan upaya pencarian. Proses pencarian dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi dan relawan. Meski usaha dilakukan secara maksimal, korban tidak dapat ditemukan dalam waktu singkat.
Proses pencarian berlangsung selama beberapa hari hingga akhirnya korban ditemukan di lokasi yang jauh dari titik awal kejadian. Penemuan ini memberikan kepastian bagi keluarga korban, meskipun dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
Peristiwa yang Menyentuh
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan bahaya di sekitar aliran sungai, terutama saat berada di dekat air. Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan menjaga keselamatan diri serta orang-orang terdekat, terutama anak-anak.
Selain itu, peran serta partisipasi masyarakat dalam membantu proses pencarian juga sangat penting. Dengan dukungan dari warga setempat, Tim SAR dapat bekerja lebih efektif dan cepat dalam mencari korban.
Kesimpulan
Peristiwa tenggelamnya Hafiz Riski menjadi duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Meskipun proses pencarian telah selesai, kehilangan seorang anak yang masih sangat muda tetap menjadi momen yang sulit dilupakan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan di lingkungan alam.