Kejadian Keracunan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Sekernan
Beberapa siswa sekolah dasar dari berbagai sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para korban kini sedang mendapatkan perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin, Sengeti. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan keselamatan makanan yang diberikan kepada siswa.
Menurut laporan, keracunan diduga berasal dari menu soto yang dibagikan kepada siswa saat mereka pulang sekolah. Setelah mengonsumsi makanan tersebut di rumah, sejumlah siswa langsung mengeluhkan sakit perut hingga muntah-muntah. Kejadian ini menyebar luas dan memengaruhi puluhan anak dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Hendri, salah satu orang tua siswa yang anaknya menjadi korban, mengungkapkan bahwa anaknya makan soto MBG setelah pulang sekolah. Tak lama kemudian, anaknya mengalami muntah-muntah dan harus segera dibawa ke rumah sakit.
“Anak saya makan soto sepulang sekolah siang tadi, setelah itu langsung muntah-muntah,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap pihak yang bertanggung jawab atas distribusi makanan tersebut.
Hendri menegaskan bahwa tidak hanya anaknya yang mengalami keracunan, tetapi juga puluhan siswa lain yang kini dirawat di Unit Gawat Darurat RSUD Sengeti. Ia meminta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekernan untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.
“Saya tidak menyangka puluhan anak bisa keracunan makanan MBG. Pihak SPPG harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Pihak dari salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sekernan juga menyampaikan bahwa siswa yang terkena keracunan bukan hanya berasal dari satu sekolah saja. Menurut informasi yang diperoleh, kasus ini melibatkan siswa dari beberapa sekolah di wilayah tersebut.
“Kasus ini melibatkan siswa dari beberapa sekolah, sehingga pihak SPPG harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas perwakilan sekolah.
Tindakan yang Diperlukan
Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Selain itu, diperlukan evaluasi terhadap proses distribusi dan penyimpanan makanan agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.
Masyarakat dan para orang tua siswa meminta agar pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab keracunan. Hal ini diperlukan agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Selain itu, perlunya adanya sosialisasi tentang cara mengonsumsi makanan bergizi secara aman dan benar. Edukasi ini penting dilakukan agar siswa dan orang tua lebih waspada terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dalam waktu dekat, pihak sekolah dan dinas terkait diharapkan segera memberikan penjelasan resmi terkait kejadian ini. Penjelasan ini akan membantu masyarakat memahami kondisi yang terjadi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kesimpulan
Kejadian keracunan yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sekernan menjadi peringatan penting bagi semua pihak terkait. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan lembaga pemenuhan gizi untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.