Pengunduran Diri Rahayu Saraswati: Sebuah Tindakan Etis yang Menjadi Sorotan
Pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menjadi perhatian masyarakat. Keputusan ini diambil setelah pernyataannya dalam sebuah siniar (podcast) dinilai kontroversial dan memicu kritik luas. Meskipun video yang beredar merupakan potongan dari rekaman yang lebih panjang, Rahayu memilih untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban diri.
Polemik bermula dari pernyataan Rahayu tentang isu lapangan kerja dalam sebuah siniar berdurasi 42 menit. Namun, video yang viral hanya berdurasi dua menit, yang membuatnya seolah-olah menyarankan kaum muda untuk tidak bergantung pada pemerintah dan mengupayakan keberhasilan secara mandiri. Meski merasa ada pihak yang sengaja memotong videonya untuk memicu amarah publik, Rahayu tetap meminta maaf dan secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadinya.
Rocky Gerung Mengapresiasi Sikap Rahayu
Pengamat politik Rocky Gerung mengapresiasi langkah Rahayu Saraswati sebagai teladan baru dalam politik Indonesia. Menurutnya, keputusan Rahayu menunjukkan sikap etis dan kesadaran diri yang sangat dibutuhkan oleh pejabat publik. Ia menyebut tindakan Rahayu sebagai “pedoman etik baru” di tengah pusaran politik yang sering kali mengabaikan harga diri.
Rocky menjelaskan bahwa tindakan Rahayu yang berani mengakui kesalahannya dan mengundurkan diri, alih-alih hanya meminta maaf, mencerminkan kualitas moral yang otentik. Dia menegaskan bahwa model semacam ini yang kita inginkan sebetulnya tanpa harus diperintah oleh partai atau ditekan oleh rakyat, tetapi datang dari kesadaran diri.
Pernyataan Rahayu dalam Podcast
Dalam pernyataan podcast sebelumnya, Rahayu mengatakan bahwa dirinya merupakan bagian generasi milenial yang memiliki pandangan agar tidak bersandar pada sektor pekerjaan yang sudah melalui masa otomasi. Lalu dia mengajak anak muda menjadi pengusaha baik di bidang kuliner, fashion, multimedia, dan lainnya.
“Menurut saya, anak-anak muda, ayo kalian kalau punya kreativitas jadilah pengusaha, jadilah entrepreneur, daripada ngomel enggak ada kerjaan, bikin kerjaan buat teman-teman lu,” kata Rahayu. Ia juga menyebut sejumlah industri besar seperti pangan dan hilirisasi yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto akan meningkat.
Setelah ucapannya itu menimbulkan kontroversial dan dikritik publik, Rahayu pun menyampaikan permohonan maaf dan mengatakan bahwa dirinya tidak berniat meremehkan rakyat, terutama para generasi muda.
Profil dan Rekam Jejak Rahayu Saraswati
Rahayu saat ini menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Tunas Indonesia Raya (Tidar) periode 2025-2030. Ia terpilih secara aklamasi pada Kongres IV Tidar di Jakarta, Sabtu (17/5/2025). Perempuan bernama lengkap Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo ini lahir pada 27 Januari 1986.
Rahayu Saraswati merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha yang juga adik dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, perempuan yang akrab disapa Sara itu merupakan keponakan Prabowo. Dirinya juga diketahui merupakan Ketua Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO).
Riwayat Pendidikan dan Karier Politik
Rahayu Saraswati mengikuti pendidikan di beberapa sekolah internasional. Tarakanita 2 1998, Uwcsea Singapore 1999, Collage Du Leman International School, Swiss 2003, dan Purdue University Global 2021.
Ia pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan berpasangan dengan Muhamad, mantan Sekretaris Daerah Kota Tangsel sekaligus politisi PDI-P pada Pilkada Tangsel 2020. Pasangan Muhamad-Sara mendapat dukungan dari sembilan partai politik.
Pada Pemilu 2014, ia mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan Jawa Tengah IV dan berhasil lolos ke Senayan. Dirinya pun menjadi anggota Komisi VIII untuk periode 2014-2019. Dan pada Pileg 2019, Sara kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif.
Pada Pileg 2024, Sara kembali maju dan berhasil terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2024-2029. Saat ini ia menjadi anggota Komisi VII DPR RI dengan lingkup tugas di bidang Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi.
Penghargaan dan Kontribusi
Pada 2025, Rahayu Saraswati mendapatkan Penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40. Daftar yang dikeluarkan oleh Fortune Indonesia ini berisi 40 orang muda Indonesia paling berpengaruh pada berbagai sektor yang belum berusia 40 tahun per 31 Desember 2024. Penghargaan ini diberikan pada acara Fortune Indonesia Summit 2025, 6 Februari 2025 di The Westin Jakarta.