Tetangga Bongkar Sisi Lain Immanuel Ebenezer: Terkejut Jadi Tersangka KPK

Sosok Immanuel Ebenezer di Mata Tetangga

Di tengah peristiwa viral yang menimpa Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, warga sekitar Perumahan Taman Manggis Permai, Sukamaju, Cilodong, Depok, mulai mengungkap sisi lain dari kehidupannya. Meski kini menjadi tersangka dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Noel tampaknya tidak terlihat seperti pejabat yang menjaga jarak dari lingkungan sekitarnya.

Kehidupan Harian yang Biasa

Noel dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan keluarga. Ia sering terlihat berolahraga pagi atau mengantar anak-anaknya ke sekolah. “Kesehariannya ya biasa saja, kadang keluar rumah buat olahraga pagi atau antar anak sekolah. Kalau ketemu suka senyum, nyapa, tapi enggak terlalu sering ngobrol lama, ramah,” ujar Rino, salah satu tetangga.

Meski tidak terlalu aktif dalam kegiatan RT, Noel sesekali hadir di acara warga bersama istrinya. Ia disebut lebih banyak mengamati ketimbang ikut terlibat. “Biasanya istrinya yang lebih sering muncul, kalau acara RT atau kumpul ibu-ibu. Pak Noel kadang cuma mampir sebentar, lebih sering lihat-lihat saja,” kata Ina, tetangga lainnya.

Kedekatan dengan Keluarga

Noel tinggal bersama istri dan dua anak laki-lakinya di rumah Blok P Nomor 12. Menurut Ina, mereka sudah tinggal di kompleks tersebut selama lima tahun. Anak pertama Noel berusia sekitar 20 tahun, sementara anak kedua berusia 19 tahun dan masih SMA. “Biasanya kalau pagi saya sering lihat beliau antar anak ke sekolah atau jalan pagi,” ujarnya.

Selain itu, keluarga Noel juga cukup terbuka dengan lingkungan. Istri Noel kerap mengikuti acara warga, seperti bazar atau perayaan 17 Agustus. “Kalau acara RT atau kumpul ibu-ibu, istrinya sering ikut. Jadi cukup dikenal sama warga di sini,” ujar Ina.

Hobi Bermain Catur

Kedekatan Noel dengan tetangga juga tampak dari kebiasaannya bermain catur bersama warga di pos satpam kompleks. Wati, salah satu tetangga, mengaku masih ingat momen kebersamaan itu. “Kaget kami pas beritanya itu viral. Kok bisa begitu, padahal kelihatannya ramah, baik. Dia juga sering main catur sama bapak-bapak di pos satpam,” ujarnya.

Bagi warga, hal itu membuat sosok Noel tidak terlihat seperti pejabat yang menjaga jarak. “Enggak menyangka, soalnya kesehariannya biasa banget. Ramah juga, enggak kelihatan tertutup,” ucap Rino.

Perubahan Sejak Kabar Penetapan Tersangka

Sejak kabar penetapan tersangka diumumkan, suasana rumah Noel berubah drastis. Rumahnya disebut-sebut lebih sepi dibanding sebelumnya. “Sejak beritanya ramai, enggak kelihatan lagi, sepi rumahnya,” kata Ina.

Memiliki Dua Rumah di Kompleks yang Sama

Penelusuran menemukan bahwa Noel memiliki dua rumah di kompleks yang sama. Rumah pertama berada di dekat Musala Al Ikhlas, bercat ungu dan putih, serta disebut warga sebagai tempat tinggal orangtuanya sebelum Noel pindah. “Katanya rumah yang dekat musala itu rumah orangtuanya, terus pindah ke sini setelah menikah,” kata Ina.

Rumah kedua yang kini ditinggali Noel dan keluarganya berada di Blok P Nomor 12. Rumah bercat putih dengan pagar besi bermotif floral itu berdiri di ujung jalan kompleks, berbatasan dengan lapangan bola. “Kalau dilihat dari luar, memang lebih baru dari rumah orangtuanya di dekat musala,” ujar Ina.

Namun, sejak Noel ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK, aktivitas di rumah Blok P disebut semakin sunyi. Bahkan, ada kabar keluarganya sudah pindah ke tempat lain. “Kayaknya keluarganya enggak di sini lagi, katanya pindah ke Cibubur, di rumah satunya. Kalau di Blok P ini sekarang yang kelihatan cuma asistennya saja,” tutur Wati.

Kasus yang Menjerat Noel

KPK menetapkan Noel sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker. “Peran IEG (Immanuel Ebenezer) itu adalah dia tahu dan membiarkan, bahkan kemudian meminta. Jadi, artinya proses yang dilakukan para tersangka ini bisa dikatakan sepengetahuan oleh IEG,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menambahkan, Noel seharusnya mencegah tindak pidana tersebut, namun justru membiarkan praktik yang berlangsung sejak 2019 itu. “Sampai dengan 2025 praktik pemerasan ini masih berjalan. Bahkan saat tangkap tangan dilakukan, Noel mengetahui dan membiarkan,” kata Asep.

Dalam kasus ini, Noel diduga menerima aliran dana hingga Rp 3 miliar. Ia kini ditahan KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Immanuel Ebenezer sendiri dikenal sebagai mantan Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) sebelum mendirikan Relawan Prabowo Mania pada Pilpres 2024. Setelah kontestasi berakhir, ia ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker di Kabinet Merah Putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *