Strategi dan Perspektif Kinerja Indo Tambangraya Megah Tbk. di Semester II/2025
Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) sedang mempersiapkan strategi untuk menghadapi semester kedua tahun 2025. Perusahaan tambang batu bara ini menargetkan produksi sebesar 20,8 juta hingga 21,9 juta ton batu bara pada tahun ini. Hingga semester pertama, ITMG telah berhasil memproduksi sebanyak 10,4 juta ton batu bara.
Direktur Utama ITMG, Mulianto, menjelaskan bahwa perusahaan tetap fokus pada bisnis intinya sebagai perusahaan tambang batu bara. Namun, ITMG juga berkomitmen untuk melakukan transformasi menuju energi yang lebih cerdas dan ramah lingkungan. Untuk mendukung ekspansi tersebut, ITMG akan mengalokasikan dana dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi. Dari sisi transformasi, perusahaan akan fokus pada dua aspek utama: mineral kritis seperti nikel, bauksit, tembaga, emas, dan lainnya, serta pengembangan energi terbarukan seperti panel surya.
Dalam hal ekspansi atau tindakan korporasi, Mulianto menyatakan bahwa semua proses sedang berlangsung. Jika ada keputusan penting yang diambil, perusahaan akan segera memberi informasi kepada publik.
Penurunan Kinerja di Semester Pertama dan Proyeksi Kinerja di Semester Kedua
Direktur ITMG Yulius Kurniawan Gozali menjelaskan bahwa penurunan kinerja di semester pertama disebabkan oleh penurunan harga rata-rata batu bara. Namun, ia optimis bahwa harga batu bara akan stabil di semester kedua, sehingga pendapatan perusahaan akan meningkat dibandingkan semester pertama.
Selain itu, ITMG akan melakukan efisiensi biaya dengan mengevaluasi bagian mana saja yang dapat dikurangi. Yulius berharap langkah ini akan membantu kinerja perusahaan di semester kedua.
Dari sisi permintaan (demand), ITMG melihat adanya peningkatan dari negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Namun, dari sisi pasokan (supply), produksi batu bara Indonesia masih tinggi meskipun beberapa tambang mengurangi produksinya karena curah hujan tinggi. Oleh karena itu, harga batu bara diperkirakan tetap stabil.
Kondisi Keuangan dan Pendanaan Internal
Direktur ITMG Junius Prakarsa Darmawan menjelaskan bahwa posisi kas dan keuangan perusahaan cukup baik, yang dapat membantu mencapai target akhir tahun. Perusahaan berencana melakukan pendanaan secara internal, terutama untuk kebutuhan belanja modal. Pengembangan infrastruktur seperti pelabuhan muat batu bara dan jalan akan memastikan kapasitas produksi sesuai target.
Untuk pengembangan energi terbarukan dan tindakan korporasi lainnya, Junius menyatakan bahwa ITMG akan menyeimbangkan antara dana internal dan sumber pendanaan eksternal.
Prospek Kinerja Semester II/2025
ITMG mencatatkan penurunan kinerja selama semester pertama 2025. Pendapatan bersih perusahaan mencapai US$919,4 juta atau setara Rp14,9 triliun, turun 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih juga turun 29,51% menjadi US$90,9 juta.
Analis JP Morgan Sekuritas Indonesia, Arnanto Januri, menyatakan bahwa kinerja ITMG sesuai ekspektasi. Ia mencermati bahwa harga jual rata-rata batu bara ITMG turun 8% QoQ dan 21% YoY menjadi US$74. EBITDA per ton juga turun 16% QoQ dan 31% YoY menjadi US$14.
Sentimen negatif juga datang dari dividen interim yang berada di bawah konsensus. Dengan pembayaran dividen interim sebesar 65%, saham ITMG menawarkan imbal hasil sekitar 3,5%. Hal ini bisa menimbulkan kejutan negatif karena konsensus menunjukkan imbal hasil sekitar 10% pada tahun 2026.
Perspektif Sektor Energi dan Investor yang Lebih Selektif
Tim Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) melihat sektor energi memiliki peluang moderat di semester II/2025. Meski laba bersih emiten di sektor ini turun akibat melemahnya harga komoditas global, indeks sektoral energi masih hijau karena dukungan dari dividen tinggi dan permintaan domestik.
Namun, investor pasar modal saat ini lebih selektif. Sebagian dana mulai dialihkan ke sektor teknologi dan konsumer yang menunjukkan pertumbuhan lebih baik.