Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengusulkan adanya perbedaan tingkat layanan dan tarif untuk sarana kereta rel listrik (KRL). Usulan ini dilakukan sebagai upaya menekan subsidi yang semakin besar.
Sekretaris Jenderal MTI, Aditya Dwi Laksana, menjelaskan bahwa KRL eksisting saat ini seharusnya dinikmati oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas atau berpenghasilan rendah. Sementara itu, masyarakat dengan daya beli lebih tinggi dan membutuhkan kenyamanan transportasi yang lebih sesuai dapat memanfaatkan fasilitas pilihan layanan berbeda tersebut.
“Saya melihat jalan tengahnya yang memang dapat dicoba dan diakomodir adalah memberikan tingkat layanan yang berbeda untuk sarana KRL,” ujarnya.
Meski demikian, Adit menegaskan bahwa usulan ini bukan berarti menghilangkan KRL kelas ekonomi dengan tarif subsidi dari pemerintah. Saat ini, KRL memberikan layanan dengan tarif termurah senilai Rp3.000 untuk 25 km pertama dan termahal sejumlah Rp13.000 untuk rute Bogor—Rangkasbitung.
Tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, khususnya di wilayah Jakarta yang sudah cukup padat oleh kendaraan pribadi. Dirinya tidak menampik bahwa tarif angkutan umum seluruhnya sebaiknya mendapatkan subsidi.
“Kalau anggarannya terbatas mau tidak mau komprominya adalah untuk mereka yang ekonominya lebih baik diberikan layanan lebih. Otomatis harapannya subsidi berkurang,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa ada beberapa opsi untuk mengarahkan subsidi menjadi tepat sasaran dan menekan subsidi pemerintah yang semakin besar dan terbatas.
Kenaikan tarif KRL atau pengoperasian kereta prioritas menjadi dua pilihan yang masuk dalam agenda utama KCI tahun 2026.
“Kasihan pemerintah lah, kan begitu. Nah kami lagi cari-cari apakah tarifnya kami naikkan atau mungkin nanti ada kereta yang prioritas begitu,” ujarnya saat ditemui di Commuterline Hall.
Beberapa contoh yang ditawarkan adalah menghidupkan kembali skema perjalanan kereta yang berhenti hanya pada stasiun-stasiun tertentu dengan demand yang tinggi. KRL prioritas alias komersial juga akan dipatok dengan harga yang lebih tinggi untuk menutup atau mengurangi subsidi dari pemerintah, tanpa mengganggu operasional KRL yang sudah ada.
Meski demikian, dirinya tidak menutup kemungkinan adanya opsi selain kenaikan tarif dan pengoperasian KRL prioritas untuk menekan subsidi.
Tantangan dan Solusi dalam Pengembangan KRL
Pengembangan KRL menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari pengaturan tarif hingga peningkatan kualitas layanan. Berikut beberapa solusi yang sedang dipertimbangkan:
- Pemisahan Layanan:
- Membuat kategori layanan yang berbeda, seperti KRL biasa dan KRL prioritas.
-
Tarif KRL prioritas akan lebih tinggi, sehingga bisa mengurangi beban subsidi.
-
Peningkatan Efisiensi Operasional:
- Mengoptimalkan rute dan frekuensi perjalanan agar lebih efisien.
-
Menerapkan sistem pembayaran digital untuk mempercepat proses boarding.
-
Kerja Sama dengan Pemerintah:
- Memastikan subsidi tetap tersedia untuk masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.
- Mencari alternatif pendanaan lain, seperti investasi swasta atau kolaborasi dengan pihak ketiga.
Peran Masyarakat dalam Pengembangan Transportasi Umum
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam meningkatkan penggunaan transportasi umum. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Meningkatkan Kesadaran:
- Mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan KRL sebagai alternatif transportasi.
-
Memberikan edukasi tentang manfaat penggunaan transportasi umum.
-
Partisipasi dalam Evaluasi:
- Melibatkan masyarakat dalam evaluasi kebijakan tarif dan layanan KRL.
- Menyampaikan masukan untuk perbaikan sistem transportasi.
Dengan berbagai strategi dan inisiatif yang diterapkan, diharapkan KRL dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat, khususnya di area perkotaan yang padat. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi beban subsidi pemerintah, tetapi juga menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.