Bulog Siapkan 3 Kali Lipat Stok Pangan di Wilayah Bencana Sumatra, Aceh Tahan 64.889 Ton Beras

Ketersediaan Pangan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatra

Perum Bulog telah memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak bencana di Sumatra dalam kondisi aman. Direktur Utama Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa Bulog telah melipatgandakan stok pangan hingga tiga kali kebutuhan normal di daerah bencana sesuai arahan Presiden.

“Untuk Aceh, stok cadangan beras pemerintah mencapai 64.889 ton, minyak goreng 307.220 liter, dan akan kami tambah hingga stok aman di atas 100.000 ton, terutama menjelang Ramadan,” ujar Rizal di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).

Penyaluran Bantuan Pangan di Aceh

Bulog mencatat penyaluran beras cadangan bencana alam di Aceh sebesar 12.561 ton, ditambah bantuan pangan beras pemerintah sebanyak 8.922 ton serta 1.784 kiloliter minyak goreng. Tambahan 5.000 ton beras juga telah dikirim ke Aceh sesuai permintaan Gubernur Aceh.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan berbagai jenis bantuan pangan lainnya untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana. Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun situasi sedang tidak stabil.

Stok Beras di Wilayah Lain

Di Sumatra Utara, Bulog menguasai stok beras sebesar 17.904 ton, dengan penyaluran bantuan bencana mencapai 5.098 ton. Sementara di Sumatra Barat, stok beras tercatat sebesar 5.508 ton, ditambah pasokan 30.000 ton yang sedang dikirim dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang.

Dengan pengiriman yang terus berjalan, Bulog berupaya memastikan distribusi bantuan pangan berjalan lancar dan tepat sasaran. Ketersediaan stok yang cukup menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di daerah bencana.

Stok Nasional yang Mencatat Sejarah

Secara nasional, Bulog menguasai stok beras sebesar 3,35 juta ton, yang merupakan jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Pada tahun 2026, Bulog ditargetkan untuk menyerap 4 juta ton beras dari petani, sehingga semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dengan memberikan harga yang layak dan memastikan ketersediaan beras yang cukup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

“Dengan stok ini, Bulog siap menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, tidak hanya di wilayah bencana tetapi juga secara nasional menghadapi Imlek, Ramadan, dan Lebaran,” tutup Ahmad Rizal.

Kesiapan Bulog dalam menghadapi berbagai situasi seperti bencana alam atau perayaan besar sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan stabil. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Bulog menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan memastikan ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *