Pemerintah meluncurkan program stimulus Idulfitri yang akan berlangsung mulai 10 Februari 2026. Tujuan dari program ini adalah untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi pada periode Lebaran. Salah satu instrumen utama dalam program ini adalah penurunan harga tiket pesawat melalui kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program diskon transportasi udara selama periode hari raya dan Natal-Tahun Baru telah terbukti meningkatkan mobilitas masyarakat. Ia menuturkan bahwa peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2025 mencapai 154,62%, sedangkan pada libur Nataru sebesar 110,43%. Secara year-on-year, yaitu 1 tahun, sebesar 5,11%.
Pada tahun 2025, diskon transportasi udara dimanfaatkan oleh sebanyak 3.149.024 penumpang. Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi dengan total anggaran sebesar Rp 911,16 miliar yang berasal dari APBN dan non-APBN.
Airlangga menjelaskan bahwa diskon penerbangan bisa mencapai sekitar 16%, antara lain melalui PPN yang ditanggung pemerintah. PPN hanya berlaku untuk tiket kelas ekonomi dan penerbangan domestik. Selain itu, Angkasa Pura akan memberikan diskon 50% untuk Airport Tax-nya. Avtur juga akan diberikan diskon.
Kombinasi kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya perjalanan udara selama periode mudik dan libur Lebaran. “Rangkaian kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran, serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026,” ujar Airlangga.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah, Pelita Air menyatakan dukungan terhadap stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tiket hingga 21% untuk seluruh rute domestik selama periode Lebaran 2026.
Pengamat sekaligus influencer aviasi, Moch Taufik Syakhrilillah menilai kebijakan tersebut berpotensi membantu menahan kenaikan harga tiket pada musim puncak mudik. “Langkah ini sangat bagus dan patut diapresiasi. Di musim mudik Lebaran, harga tiket pesawat biasanya cukup mahal,” ujar Taufik.
Menurut dia, program diskon maskapai menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengamankan tiket lebih awal. “Dukungan dalam bentuk promo seperti ini tentunya sangat dinantikan. Ini jadi kesempatan yang baik bagi para pemudik untuk segera mengamankan tiket mudiknya,” tambahnya.
Taufik juga mengimbau calon penumpang memanfaatkan informasi promo secara aktif. “Pemudik disarankan untuk selalu mengikuti media sosial maskapai kesayangan seperti Pelita Air agar tidak ketinggalan informasi promo terbaru. Selain itu, sebaiknya segera melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari sebelum ketersediaan kursi habis,” tutupnya.