Resep bisnis cookies tetap cuan menjelang Hari Raya



Momen perayaan hari raya masih menjadi peluang besar bagi para pengusaha di sektor kuliner, terutama yang bergerak di bidang kue kering. Salah satu contohnya adalah Rosalia Andriani, pemilik Chic’s Cookies, yang telah menjalani bisnis ini sejak tahun 2002 lalu.

Awal mula usaha kue kering ini dimulai dari aktivitas sederhana untuk mengisi waktu luang di rumah. Berawal dari dapur rumah, bisnis ini berkembang pesat berkat promosi secara mulut ke mulut. Kini, Chic’s Cookies mampu menjual ratusan toples kue kering setiap musim Lebaran.

Rosalia bercerita bahwa awalnya ia hanya membuat cookies untuk hiburan sendiri. Kemudian suaminya membawa kue tersebut ke kantor sebagai camilan untuk rekan kerjanya. Respons yang diterima sangat positif, dan banyak orang menyebut rasanya enak. Hal ini memicu permintaan yang semakin meningkat.

Saat itu, sang suami bekerja di PT Bridgestone Tire Indonesia. Dari rekan-rekan kantornya, pesanan mulai berdatangan, terutama menjelang hari raya. Bahkan produknya sempat masuk ke dalam koperasi karyawan dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Melihat potensi yang ada, Rosalia memutuskan fokus pada bisnis kue kering karena minim risiko dibandingkan dengan produk roti atau kue basah. Ia pun menghasilkan berbagai jenis kue kering yang menjadi pilihan utama saat momen Lebaran.

Beberapa varian yang populer antara lain nastar, kastengel, putri salju, dan sagu keju. Ketiga jenis kue ini menjadi tulang punggung penjualan Chic’s Cookies setiap tahun.

Namun, seperti bisnis lainnya, usaha ini juga menghadapi tantangan. Rosalia mengakui bahwa dua tahun terakhir penjualannya mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat akibat banyaknya perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan.

“Mereka lebih berhemat,” ujarnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan bisa mencapai lebih dari 1.000 toples saat musim hari raya. Namun, pada tahun lalu, realisasi hanya mencapai 800 toples.

Rosalia menjelaskan bahwa produksi Chic’s Cookies difokuskan pada momen besar seperti Idul Fitri dan Natal. Sementara itu, pada hari-hari biasa, ia hanya memproduksi kue kering sesuai dengan pesanan saja.

Untuk mengatasi lesunya permintaan, Rosalia memperluas pemasaran dengan membangun jaringan reseller. Selain itu, ia tetap mengandalkan pemasaran online melalui media sosial.

Menurutnya, keberadaan reseller cukup membantu menjaga penjualan yang sempat menurun. Apalagi, kini semakin banyak kompetitor yang bermunculan.

Sejak tahun 2020 lalu, Rosalia juga mulai merambah diversifikasi produk dengan membuat hampers cookies. Harga per paket berkisar mulai dari Rp 300.000 saat menjelang hari raya.

Perluasan kemasan dan pasar tersebut memberikan hasil yang signifikan. Pada saat hari raya, ia mampu menjual hingga 60 hampers. Tambahan penjualan ini membantu menutup biaya bahan baku yang meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *