Pertumbuhan Industri Fintech Lending yang Menggembirakan
Pertumbuhan industri fintech lending atau pinjaman daring (pindar) di Indonesia terus menunjukkan kinerja positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,45 persen secara tahunan (yoy) dengan nilai mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menyampaikan hal ini dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Desember 2025.
Agusman menjelaskan bahwa tingkat pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilnya Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) yang berada di posisi 4,33 persen. “Industri pindar memiliki outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh 25,45 persen year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp 94,85 triliun,” ujarnya.
Dampak Positif pada Kinerja Perusahaan Pembiayaan
Kinerja positif dari industri pindar juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan pembiayaan. Hal ini terlihat dari piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan yang tumbuh sebesar 1,09 persen (yoy) pada November 2025 menjadi Rp 506,82 triliun.
Selain itu, pertumbuhan kinerja industri pindar juga didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja yang naik sebesar 8,99 persen (yoy). Profil risiko perusahaan pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross atau pembiayaan bermasalah bruto tercatat sebesar 2,44 persen dan NPF Net sebesar 0,85 persen.
Agusman menambahkan bahwa gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,13 kali, jauh berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan OJK sebesar 10 kali.
Pertumbuhan Sektor Lainnya
Di sisi lain, industri modal ventura juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,20 persen (yoy) pada November 2025 dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 16,29 triliun. Sementara itu, industri pergadaian mencatatkan kinerja yang positif dengan penyaluran pembiayaan pergadaian melonjak signifikan sebesar 42,88 persen (yoy) menjadi Rp 125,44 triliun.
“Pembiayaan terbesar di industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai, yaitu sebesar Rp 102,75 triliun atau mendominasi 81,92 persen dari total pembiayaan yang disalurkan,” jelas Agusman.
Kesimpulan
Dengan pertumbuhan yang signifikan dan stabilitas risiko yang terjaga, industri finansial di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Kinerja baik dari berbagai sektor seperti fintech lending, modal ventura, dan pergadaian menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan yang ada. Hal ini juga menjadi indikator kuat bahwa sektor jasa keuangan di Indonesia semakin berkembang dan siap untuk menghadapi tantangan di masa depan.